Target Pangan Melesat Setahun, Bawang Putih dan Daging Belum Mandiri

Target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan selesai dalam empat tahun disebut telah tercapai dalam satu tahun untuk delapan komoditas utama. Namun, percepatan tersebut belum mencakup bawang putih, daging sapi, dan daging kerbau.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pangan Indonesia berada dalam kondisi aman di tengah tantangan global. Meski begitu, pemerintah masih harus menutup kekurangan pada sejumlah kebutuhan penting tersebut.

Percepatan Capaian di Tengah Tekanan Cuaca

Prabowo menyoroti kekhawatiran banyak negara terhadap kelaparan massal ketika kondisi cuaca semakin tidak menentu. Indonesia, menurutnya, mampu memperkuat pasokan pangan domestik pada situasi yang juga dibayangi ancaman El Nino.

“Swasembada pangan yang dulu kita targetkan dalam empat tahun, ternyata berhasil dalam satu tahun,” kata Prabowo. Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Percepatan produksi didukung kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Pemerintah juga meningkatkan volume pupuk yang tersedia di pasar agar akses petani lebih mudah.

Prabowo menyebut kebijakan tersebut sebagai kali pertama harga pupuk dapat ditekan sembari volumenya ditambah. Pemerintah mengaitkan langkah itu dengan peningkatan produksi pertanian nasional.

PT Pupuk Indonesia disebut mencatat lonjakan keuntungan hingga 252,8 persen setelah kebijakan di sektor pemupukan berjalan. Kementerian Pertanian, kementerian lain, pemerintah daerah, TNI, dan Polri turut disebut dalam kerja menjaga produksi dan distribusi.

Daftar Komoditas yang Sudah Swasembada

Delapan komoditas yang diumumkan telah swasembada mencakup pangan pokok, kebutuhan protein hewani, dan bumbu dapur. Capaian tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menyatakan pasokan pangan nasional dalam keadaan aman.

Beras dan jagung masuk kelompok bahan pangan utama yang sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri. Gula konsumsi juga termasuk dalam daftar capaian pemerintah.

KomoditasStatus Pasokan Nasional
BerasSwasembada
JagungSwasembada
Gula konsumsiSwasembada
Daging ayamSwasembada
Telur ayamSwasembada
Bawang merahSwasembada
Cabai besarSwasembada
Cabai rawitSwasembada
Bawang putihBelum swasembada
Daging sapi dan kerbauBelum swasembada

Pada kelompok protein hewani, daging ayam dan telur ayam dinyatakan telah mencukupi kebutuhan nasional. Prabowo juga menyebut ikan sebagai sumber protein domestik yang menopang kebutuhan masyarakat.

“Pada dasarnya untuk protein kita sudah swasembada, protein dari ikan, protein dari telur, dan protein dari daging ayam,” tegas Prabowo. Pernyataan itu menandai bahwa kecukupan protein tidak berarti semua komoditas daging telah mandiri.

Tiga Komoditas yang Masih Belum Mandiri

Bawang putih masih menjadi komoditas yang belum mencapai status swasembada. Pemerintah menargetkan kemandirian pasokan bawang putih dapat diwujudkan dalam tiga tahun.

Daging sapi dan daging kerbau juga masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi nasional. Prabowo menyampaikan pengakuan itu secara langsung di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD.

“Daging masih belum, daging sapi yang belum. Daging kerbau belum,” ujar Prabowo. Keterangan tersebut menempatkan sektor peternakan sebagai salah satu fokus lanjutan dalam penguatan pasokan domestik.

Bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit telah berada dalam kelompok yang dinyatakan swasembada. Perbedaan status itu memperlihatkan bahwa penguatan produksi pangan nasional berlangsung tidak seragam pada setiap komoditas.

Agenda pemerintah berikutnya bertumpu pada kemampuan menambah pasokan bawang putih serta daging sapi dan kerbau. Keberhasilan menutup kekurangan itu akan menentukan perluasan capaian swasembada pangan setelah delapan komoditas utama dinyatakan aman.

Baca Juga