Stan gratis dapat meringankan biaya pindah, tetapi tidak otomatis membuat pasar baru ramai. Inilah tantangan utama dalam penataan pasar tumpah Surabaya yang menyiapkan ribuan ruang usaha bagi pedagang.
Pedagang membutuhkan lebih dari sekadar alamat baru untuk menjaga pendapatan. Mereka perlu lokasi yang dekat dengan kebiasaan belanja warga, mudah dicapai, dan memiliki fasilitas yang layak bagi pembeli.
Ribuan stan untuk pilihan relokasi
Surabaya menyiapkan sekitar 2.700 stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya Perseroda tanpa biaya sewa. Dari ruang usaha yang tersedia itu, sekitar 570 stan berada di Sentra Wisata Kuliner.
| Ruang usaha | Jumlah | Fungsi |
|---|---|---|
| Stan kosong pasar PT Pasar Surya Perseroda | Sekitar 2.700 stan | Tempat relokasi pedagang |
| Stan Sentra Wisata Kuliner | Sekitar 570 stan | Bagian dari ruang yang tersedia |
Kebijakan tersebut memberi alternatif bagi pedagang yang selama ini berjualan di titik-titik ramai. Penataan diarahkan agar badan jalan dan ruang publik dapat kembali digunakan sesuai fungsinya tanpa mengabaikan kebutuhan ekonomi warga.
Informasi yang dimuat ANTARA Jatim menyebutkan stan akan diawasi penggunaannya. Hak penggunaan dapat dicabut bila tempat itu tidak dipakai berjualan atau diperjualbelikan.
Masalah pasar tidak berhenti pada sewa
Banyaknya stan kosong menunjukkan tantangan pasar tradisional lebih luas daripada urusan ketersediaan tempat. Perubahan pola belanja, persaingan toko modern, dan kualitas fasilitas pasar turut menentukan minat pedagang serta pengunjung.
Pasar rakyat perlu menawarkan pengalaman belanja yang nyaman agar pembeli kembali datang. Kebersihan, pencahayaan, keamanan, drainase, dan akses parkir merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi pilihan warga.
Pedagang kecil juga perlu menjangkau konsumen melalui cara yang lebih beragam. Promosi, media sosial, layanan pesan antar, kegiatan tematik, dan pembayaran nontunai dapat membantu mereka mengikuti perubahan kebiasaan belanja.
Dukungan pada masa perpindahan dapat dilakukan melalui bazar atau promosi pasar. Pengurangan biaya operasional sementara juga dapat membantu pedagang membangun kembali penjualan di tempat baru.
Alasan pedagang memilih pasar tumpah
Pasar tumpah berkembang di sekitar pasar tradisional, terminal, dan permukiman karena dekat dengan lalu lintas pembeli. Lokasi seperti itu memudahkan warga mendapatkan kebutuhan harian dengan harga yang relatif terjangkau.
Bagi pedagang, usaha di ruang tersebut lebih mudah dimasuki dengan modal terbatas. Karena itu, relokasi perlu mempertimbangkan hubungan yang telah terbentuk antara pedagang dan pelanggan tetapnya.
Apabila jarak lokasi baru terlalu jauh atau aksesnya tidak nyaman, pendapatan pedagang dapat turun tajam. Risiko tersebut membuat pemindahan lapak perlu disertai strategi untuk menjaga arus pengunjung.
Penataan melalui komunikasi
Pemerintah Kota Surabaya membuka dialog melalui camat dan lurah sebelum pelaksanaan penataan. Komunikasi ini penting agar pedagang memahami pilihan yang tersedia dan dapat menyampaikan kendala perpindahan.
Keberhasilan kebijakan tidak cukup dilihat dari berkurangnya lapak di jalan. Keterisian stan, perkembangan omzet, jumlah pengunjung, dan kepuasan masyarakat perlu menjadi ukuran setelah relokasi berjalan.
Evaluasi berkala memungkinkan perbaikan jika lokasi baru belum menghasilkan kegiatan ekonomi yang memadai. Dengan pendekatan itu, penataan dapat menjaga ketertiban kota sekaligus mempertahankan denyut usaha warga.






