SMGR Naik 1,72% Usai Keluar LQ45, tetapi Tekanan 3 Bulan Masih 40,32%

SMGR mencatat kenaikan 1,72% ke Rp1.480 per saham pada perdagangan pagi setelah keluar dari LQ45. Penguatan intrahari itu berbanding terbalik dengan koreksi 40,32% yang masih tercatat dalam tiga bulan terakhir.

Secara tahun berjalan, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. telah turun 43,94%. Kenaikan pada pukul 10.00 WIB belum mengubah tren pelemahan yang lebih panjang pada saham tersebut.

SMGR bukan satu-satunya emiten yang terdampak perubahan komposisi indeks Bursa Efek Indonesia. TOWR juga keluar dari LQ45, sedangkan PTBA meninggalkan IDX30 dan INTP, PANI, serta SIDO tidak lagi masuk IDX80.

Pergerakan Pagi Berlawanan dengan Kinerja Periode Panjang

Data RTI Infokom yang dikutip Bisnis.com menunjukkan dua saham bergerak menguat pada perdagangan pagi. Selain SMGR, INTP naik 0,88% ke Rp4.600 per saham.

Dua saham lain melemah, yaitu TOWR yang turun 0,49% dan SIDO yang turun 0,54%. PTBA serta PANI tercatat stagnan pada perdagangan pagi.

SahamIndeksPergerakan PagiKinerja YTD / 3 Bulan
SMGRLQ45Naik 1,72% ke Rp1.480-43,94% / -40,32%
INTPIDX80Naik 0,88% ke Rp4.600-38,46% / -16,36%
PTBAIDX30Stagnan di Rp2.360+1,73% / -18,97%
PANIIDX80Stagnan di Rp6.025-52,18% / -32,49%
TOWRLQ45Turun 0,49% ke Rp404-31,28% / -21,18%
SIDOIDX80Turun 0,54% ke Rp368-31,85% / -28,54%

PANI Mencatat Penurunan Tahun Berjalan Terdalam

PANI berada di posisi paling tertekan berdasarkan kinerja sejak awal tahun. Saham tersebut turun 52,18% secara tahun berjalan dan merosot 32,49% dalam tiga bulan terakhir.

Pada perdagangan pagi, PANI tidak bergerak dari posisi Rp6.025 per saham. Saham ini dilaporkan masih mengalami volatilitas di tengah tekanan harga yang cukup besar.

TOWR Masih Tertekan Setelah Keluar LQ45

TOWR bergerak berlawanan arah dengan SMGR pada sesi pagi dengan penurunan 0,49% ke Rp404 per saham. Saham Grup Djarum itu telah turun 31,28% sejak awal tahun dan 21,18% dalam tiga bulan.

Perbedaan arah perdagangan harian SMGR dan TOWR menunjukkan saham yang keluar dari indeks sama tidak selalu bergerak seragam. Keduanya tetap sama-sama mencatat pelemahan dalam periode yang lebih panjang.

Eks-IDX80 Memperlihatkan Kinerja Beragam

INTP menguat pada perdagangan pagi, tetapi masih terkoreksi 38,46% secara tahun berjalan. Dalam tiga bulan terakhir, penurunan saham ini mencapai 16,36%.

SIDO turun ke Rp368 per saham dengan koreksi 31,85% sejak awal tahun dan 28,54% dalam tiga bulan. Sementara itu, PTBA menjadi satu-satunya saham dalam daftar yang masih mencatat kenaikan tahun berjalan, meski tiga bulannya negatif.

Perubahan komposisi LQ45, IDX30, dan IDX80 tidak otomatis menentukan kelanjutan arah harga saham. Pergerakan pada satu sesi perdagangan perlu dilihat bersama kinerja periode yang lebih panjang dan risiko masing-masing emiten.

Baca Juga