Sentuhan ringan pada wajah, aktivitas mengunyah, hingga berbicara dapat memicu nyeri tajam pada penderita trigeminal neuralgia. Kondisi ini membuat rasa sakit seperti tersengat listrik atau terbakar muncul pada salah satu sisi wajah.
Keluhan tersebut berbeda dari rasa tidak nyaman biasa akibat iritasi kulit. Serangannya dapat datang mendadak dan mengganggu kegiatan sederhana ketika area wajah menjadi sangat sensitif.
Ciri nyeri yang perlu diperhatikan
Trigeminal neuralgia berkaitan dengan saraf trigeminal, saraf yang meneruskan sinyal sensorik dari wajah menuju otak. Menurut penjelasan Mayo Clinic yang disampaikan health.detik.com, gangguan pada saraf ini dapat menimbulkan nyeri berat di satu sisi wajah.
Saraf trigeminal memiliki tiga cabang yang berhubungan dengan sensasi pada dahi, mata, pipi, rahang, gigi, gusi, dan bibir. Rangsangan kecil pada salah satu area tersebut dapat menjadi pemicu rasa sakit pada sebagian penderita.
| Aspek | Karakteristik |
|---|---|
| Area keluhan | Satu sisi wajah. |
| Jenis sensasi | Menusuk, seperti tersetrum, atau panas terbakar. |
| Waktu serangan | Beberapa detik hingga beberapa menit. |
| Aktivitas pemicu | Sentuhan wajah, berbicara, mengunyah, menyikat gigi, atau memakai makeup. |
Serangan dapat bertambah sering atau lebih intens pada sebagian orang. Pola nyeri yang berulang dan hanya terjadi di satu sisi wajah perlu dinilai secara medis untuk membedakannya dari keluhan lain.
Tekanan pembuluh darah menjadi salah satu faktor
Tekanan pembuluh darah pada saraf trigeminal termasuk penyebab yang umum pada kondisi ini. Gangguan atau kerusakan saraf yang terkait kondisi tertentu, termasuk cedera wajah, juga dapat berhubungan dengan trigeminal neuralgia.
Kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan dan orang yang berusia di atas 50 tahun. Namun, trigeminal neuralgia tetap dapat muncul pada kelompok usia lain.
Penanganan perlu disesuaikan dengan pemeriksaan dokter. Pengobatan dapat diberikan dalam dosis rendah dan dosisnya bisa ditingkatkan apabila belum memberikan hasil yang efektif.
Tindakan operasi juga dapat dipertimbangkan pada keadaan tertentu. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan penilaian kondisi pasien, bukan hanya berdasarkan satu pemicu yang dirasakan sebelum nyeri muncul.
Keluhan Nurul muncul setelah membersihkan mata
Nurul Sakinah, perempuan 30 tahun dari Pariaman, Sumatera Barat, mengalami nyeri pada sisi kanan wajahnya. Ia menggambarkan rasa sakit tersebut seperti tersengat listrik dan panas terbakar.
Sehari sebelum keluhan muncul, Nurul memakai makeup sejak selepas zuhur hingga pulang dari acara sekitar pukul 17.00 WIB. Ia juga menggunakan makeup saat membuat konten ulasan skincare.
Saat hendak membersihkan wajah, ia mengaku menggosok bagian mata dengan cukup kuat karena maskara tahan air sulit dihapus. Ia terburu-buru membersihkan makeup agar dapat segera menunaikan salat Ashar.
Pada hari berikutnya, nyeri hebat mulai dirasakan di wajah sebelah kanan. Nurul sempat mencurigai skincare baru sebagai penyebab, tetapi tidak melihat adanya kemerahan maupun tanda iritasi pada kulitnya.
Dokter yang menangani Nurul menjelaskan bahwa kondisinya berkaitan dengan posisi saraf dan pembuluh darah yang berdekatan. Keluhan yang muncul setelah membersihkan maskara tidak dapat menjadi bukti bahwa maskara atau gesekan wajah menyebabkan penyakit saraf tersebut.
Area mata memang perlu dibersihkan secara hati-hati karena sensitif. Namun, bila muncul nyeri wajah seperti aliran listrik, terasa berat, berulang, atau hanya mengenai satu sisi, pemeriksaan ke dokter penting dilakukan agar penyebabnya dapat dipastikan.






