Golongan darah O memang tercatat lebih sering menarik nyamuk dalam sejumlah penelitian, tetapi faktor ini bukan penentu tunggal. Hembusan napas, suhu tubuh, aroma kulit, hingga warna pakaian dapat membuat seseorang lebih mudah menjadi sasaran.
Hal ini menjelaskan alasan dua orang di lokasi yang sama dapat mengalami jumlah gigitan yang berbeda. Nyamuk tidak memilih inang secara acak karena serangga ini mengikuti gabungan sinyal kimia dan visual dari tubuh manusia.
Warna Gelap Lebih Mudah Terlihat
Pakaian dapat menjadi salah satu sinyal awal yang membantu nyamuk menemukan manusia. Warna gelap membuat tubuh lebih menonjol dibandingkan pakaian berwarna terang yang cenderung kurang mencolok.
Jonathan F. Day, profesor entomologi, menyebut warna gelap lebih mudah menarik perhatian nyamuk. Penelitian yang terbit pada 2022 di jurnal Nature Communications juga mendapati nyamuk tertarik pada warna oranye, merah, dan cyan atau biru kehijauan.
Ketertarikan pada warna merah diduga berkaitan dengan rona merah atau merah muda pada kulit manusia. Setelah menemukan petunjuk visual, nyamuk masih dapat memakai sinyal lain untuk mendekati sumber darah.
| Faktor | Sinyal yang Ditangkap Nyamuk | Contoh |
|---|---|---|
| Karbon dioksida | Jejak dari hembusan napas | Metabolisme tinggi dapat menghasilkan lebih banyak CO2 |
| Aroma tubuh | Senyawa kimia dari kulit | Amonia, asam laktat, dan bakteri kulit |
| Warna pakaian | Kontras visual | Gelap, oranye, merah, dan cyan |
Napas dan Panas Tubuh Menjadi Petunjuk Penting
Karbon dioksida dari napas merupakan salah satu petunjuk utama bagi nyamuk saat mencari inang. Gas ini membentuk jejak di udara yang dapat diikuti nyamuk hingga mendekati manusia.
Jumlah karbon dioksida yang dilepaskan dipengaruhi tingkat metabolisme dan faktor genetik. Orang yang menghasilkan lebih banyak CO2 berpotensi lebih mudah menarik perhatian nyamuk.
Penelitian pada 2004 menemukan wanita hamil lebih banyak didatangi nyamuk dibandingkan wanita yang tidak hamil. Kemungkinan penyebabnya mencakup pelepasan karbon dioksida yang lebih besar serta suhu tubuh yang lebih tinggi.
Riset pada 2007 juga menunjukkan nyamuk betina bergerak menuju sumber panas tanpa bergantung pada ukuran sumbernya. Panas tubuh dapat menjadi sinyal tambahan setelah nyamuk mengikuti jejak karbon dioksida.
Golongan Darah O Tetap Memiliki Daya Tarik Lebih Tinggi
Sejumlah ilmuwan menduga nyamuk mampu mendeteksi antigen yang berkaitan dengan golongan darah manusia. Antigen tersebut pada sebagian orang dapat dikeluarkan melalui cairan tubuh, termasuk air liur dan air mata.
Pemilik golongan darah O diketahui mensekresikan antigen H, yaitu prekursor bagi antigen A dan B. Sinyal ini diduga menjadi salah satu alasan darah O lebih menarik bagi nyamuk.
Studi pada 1974 yang melibatkan 102 peserta menemukan nyamuk lebih memilih mengisap darah dari orang bergolongan darah O. Penelitian lain pada 2019 menggunakan alat pemakan berisi darah dari beberapa golongan darah dan menunjukkan ketertarikan tertinggi pada darah O.
Temuan tersebut tidak berarti setiap pemilik darah O akan selalu menjadi target utama. Kombinasi aroma tubuh, napas, panas tubuh, pakaian, serta kondisi lingkungan tetap dapat membuat pemilik golongan darah lain lebih sering digigit.
Aroma Kulit dan Produk Perawatan Perlu Diperhatikan
Aroma tubuh turut membedakan tingkat ketertarikan nyamuk pada setiap orang. Amonia dan asam laktat termasuk zat yang dapat memengaruhi daya tarik kulit bagi serangga tersebut.
Komposisi bakteri pada kulit serta faktor genetik juga membentuk bau tubuh yang berbeda-beda. Jonathan F. Day menyebut asam laktat berpotensi membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk.
Produk perawatan tubuh dapat menambah sinyal aroma yang tertangkap nyamuk. Lotion pelembap dengan asam laktat atau asam alfa-hidroksi, serta produk beraroma bunga yang kuat, berpotensi menarik perhatian serangga ini.
Spesialis pengobatan darurat Christopher Bazolli, MD, menyebut nyamuk juga dapat tertarik pada parfum atau deodoran yang digunakan untuk menutupi bau badan. Karena itu, perlindungan dari gigitan tidak cukup hanya bergantung pada satu cara.
Mengurangi Tempat Berkembang Biak di Rumah
Pencegahan gigitan nyamuk perlu dilakukan bersamaan dengan pengendalian tempat berkembang biak. Langkah 3M Plus mencakup menguras dan menutup penampungan air, serta memanfaatkan kembali barang bekas yang bernilai ekonomis.
- Menguras toren, drum, dan wadah penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat semua wadah yang berpotensi menampung air.
- Memelihara ikan pemakan jentik atau memakai larvasida pada penampungan yang sulit dikuras.
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah.
- Memperbaiki saluran maupun talang air yang tidak lancar.
- Menyimpan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.
Pemeriksaan wadah air secara berkala membantu menekan jumlah jentik di sekitar rumah. Pembersihan lingkungan secara bersama-sama juga dapat mengurangi peluang nyamuk berkembang biak dan menggigit manusia.






