Dari 18 ke 12 Pemain, Seleksi Timnas Voli untuk Nagoya Masuk Fase Krusial

Seleksi tim nasional voli putra Indonesia menuju Asian Games 2026 memasuki fase krusial karena jumlah pemain akan dipangkas secara bertahap. Dari 18 atlet yang mengikuti pemusatan latihan, hanya 12 orang yang akan memperoleh tempat di skuad menuju Nagoya, Jepang.

Reidel Toiran tidak akan mengambil keputusan hanya dari penilaian singkat. Staf pelatih memilih menjalankan evaluasi berlapis untuk mencari pemain yang paling siap mengemban target medali perunggu.

Dua Kali Pemangkasan Skuad

Tahap pertama seleksi akan mengurangi jumlah peserta pemusatan latihan dari 18 pemain menjadi 14 pemain. Proses ini diperkirakan berlangsung dalam waktu sekitar dua pekan.

Setelah daftar 14 pemain terbentuk, evaluasi kembali dilakukan untuk memilih 12 nama akhir. Dengan demikian, dua pemain lagi akan tersisih sebelum skuad Asian Games 2026 ditetapkan.

TahapanJumlah AwalJumlah Berikutnya
Seleksi awal18 pemain14 pemain
Seleksi akhir14 pemain12 pemain

Jumlah peserta tersebut sebenarnya lebih sedikit dibandingkan rencana awal pelatih. “Ini sebenarnya kita mau 22 pemain untuk seleksi, cuman di-acc-nya 18,” ujar Reidel Toiran.

Evaluasi tidak semata melihat kualitas teknik per pemain. Konsistensi penampilan selama pemusatan latihan juga menjadi pertimbangan sebelum pelatih menetapkan susunan akhir.

Medali Perunggu Menjadi Sasaran

Indonesia ditargetkan membawa pulang medali perunggu dari Asian Games di Nagoya. Target itu membuat pemilihan pemain menjadi penting mengingat persaingan yang akan datang dari Iran, Jepang, dan China.

Setiap pemain dalam daftar pemusatan latihan masih memiliki kesempatan memperlihatkan kelayakannya. Namun, kesempatan tersebut harus dibuktikan lewat perkembangan dan performa yang stabil di hadapan staf pelatih.

Empat Kandidat di Posisi Opposite

Salah satu posisi yang masih belum terkunci adalah opposite hitter. Persaingan di sektor itu terjadi setelah Rivan Nurmulki mundur dari tim nasional.

Agil Angga dan Boy Arnez diberi kesempatan oleh Reidel untuk mencoba peran opposite. Mereka bersaing dengan Rama Fazza Fauzan serta Fauzan Nibras yang juga menjadi kandidat pada posisi tersebut.

Nama PemainKeterangan
Agil AnggaMendapat kesempatan mencoba opposite dan masih berpeluang masuk skuad
Boy ArnezMendapat kesempatan mencoba opposite
Rama Fazza FauzanKandidat opposite hitter
Fauzan NibrasKandidat opposite hitter

Agil disebut belum menampilkan performa maksimal dalam pemantauan awal. Meski demikian, peluangnya belum tertutup dan akan ditentukan oleh peningkatan yang diperlihatkan selama program latihan.

Posisi opposite tetap terbuka karena performa para kandidat belum dinilai konsisten. Kondisi itu membuat persaingan di sektor tersebut dapat berubah hingga menjelang penetapan 12 pemain akhir.

Doni Haryono Memilih Pemulihan

Doni Haryono tidak masuk dalam daftar 18 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan. Ia memilih fokus menjalani pemulihan cedera bahu.

Sumber internal PBVSI menyebut nama Doni sebenarnya masuk dalam daftar yang disodorkan kepada Komite Olimpiade Indonesia. Akan tetapi, pemanggilan pemain merupakan kewenangan pelatih dan stafnya.

“Kenapa itu tidak masuk ke daftar 18 pemain yang dipanggil, itu kewenangan pelatih yang menjawab,” ujar sumber PBVSI. Federasi memberikan kepercayaan penuh kepada Reidel untuk menentukan skuad paling siap menghadapi Asian Games 2026.

Baca Juga