Kehangatan Bali Menjangkau Eropa, KBRI Ottawa Apresiasi Sineas Québec

Kehangatan masyarakat Bali menjadi pesan yang dibawa sebuah film dokumenter karya sineas asal Québec, Ugo Monticone, bersama Richard-Olivier Jeanson. Film itu telah menjangkau ratusan ribu penonton di Kanada bagian timur hingga Eropa.

Karya tersebut membuat Monticone menerima penghargaan dari KBRI Ottawa atas kontribusinya dalam diplomasi budaya Indonesia. Apresiasi itu diberikan bersamaan dengan penghargaan kepada pengusaha diaspora Johannes Doy yang bergerak di bidang kerajinan lokal.

Bali melalui Cerita Visual

Film dokumenter garapan Monticone dan Jeanson mengangkat Bali sebagai bagian dari pengenalan kekayaan budaya Indonesia kepada penonton internasional. Pesan utama yang ingin ditampilkan bukan hanya lanskap atau tujuan wisata, melainkan penerimaan hangat dari masyarakat Bali.

“Melalui film dokumenter tentang Bali, kami ingin membagikan aspek paling berharga, yaitu kehangatan masyarakatnya yang selalu menyambut kami layaknya keluarga sendiri,” ujar Monticone. Ia menilai pengalaman tersebut sebagai unsur yang penting untuk disampaikan kepada khalayak yang belum mengenal Bali secara langsung.

Monticone juga mengungkapkan kebanggaannya atas peran yang dijalankan melalui film tersebut. “Saya sangat bangga kini dapat mengemban peran sebagai ‘duta’ bagi keindahan budaya Indonesia,” katanya.

Penghargaan untuk Dua Jalur Diplomasi

Selain diplomasi budaya melalui film, KBRI Ottawa menilai pengenalan Indonesia juga diperkuat oleh diplomasi ekonomi. Peran itu dijalankan Johannes Doy melalui usaha yang memasarkan produk para perajin Indonesia di Kanada.

TokohSarana Pengenalan IndonesiaJangkauan atau Lokasi
Ugo MonticoneFilm dokumenter tentang BaliKanada timur hingga Eropa
Johannes DoyKerajinan dan dekorasi rumahKingston, Kanada

Johannes merupakan pemilik gerai Tribal Voices di Kingston. Sejak 1992, gerai tersebut memasarkan kerajinan tangan serta dekorasi rumah yang dibuat oleh perajin lokal Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan transaksi produk. “Fokus kami bukan sekadar mempromosikan produk, melainkan memperkenalkan keindahan karya, ketekunan, dan jiwa para perajin lokal Indonesia kepada masyarakat Kanada,” tutur Johannes Doy.

Upacara Kemerdekaan di Ottawa

Penghargaan bagi Monticone dan Doy diserahkan dalam upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Ottawa, Kanada, pada Senin (17/8/2026). Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan tepercaya di lingkungan KBRI Ottawa.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh personel KBRI Ottawa. Langkah itu menjadi bagian dari pesan pelayanan publik yang disampaikan dalam peringatan kemerdekaan tersebut.

Rangkaian Kegiatan Berlanjut

Penghargaan kepada dua tokoh itu memperlihatkan bahwa citra Indonesia dapat dibangun melalui berbagai medium. Cerita tentang Bali dan produk buatan perajin lokal sama-sama membuka ruang pengenalan Indonesia di Kanada.

Rangkaian peringatan HUT RI di Ottawa masih akan berlanjut dengan Panggung Merdeka & Bazaar. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8/2026).

Baca Juga