Rupiah Ikut Menguat, IHSG Kini Menghadapi Batas Penting di Level 6.480

Penguatan Rupiah dan IHSG pada akhir perdagangan pekan lalu menunjukkan respons pasar yang positif terhadap arah ekonomi nasional. Setelah naik 1,59 persen ke 6.401,8, IHSG kini menghadapi area 6.450 hingga 6.480 pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Rupiah juga menguat 0,28 persen dan ditutup pada Rp17.827 per dolar AS. Pergerakan dua instrumen tersebut terjadi setelah pasar menyerap informasi mengenai pertumbuhan ekonomi dan target nilai tukar pemerintah.

Dua Instrumen Menguat Bersamaan

InstrumenPerubahanLevel PenutupanSentimen yang Dikaitkan
IHSGNaik 1,59 persen6.401,8Paparan pertumbuhan ekonomi semester I-2026
RupiahNaik 0,28 persenRp17.827 per dolar ASTarget indikatif RAPBN 2027

Penguatan Rupiah dikaitkan dengan respons pasar terhadap target indikatif nilai tukar dalam RAPBN 2027. Dokumen tersebut memuat target indikatif Rupiah di level Rp17.500 per dolar AS.

Di pasar saham, lonjakan IHSG terjadi setelah indeks sempat bergerak pada wilayah negatif. Pembalikan itu membuat perhatian pasar beralih ke kemampuan indeks melanjutkan kenaikan pada sesi perdagangan berikutnya.

Area 6.480 Menjadi Pengujian Terdekat

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji rentang 6.450-6.480. Proyeksi yang disampaikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, didasarkan pada sinyal Stochastic RSI dan MACD.

“Secara teknikal, Stochastic RSI membentuk Golde Cross di pivot area, serta terjadi pelebaran histogram positif MACD. Sehingga IHSG diperkirakan menguji level 6.450-6.480,” tulis Phintraco Sekuritas.

Rentang itu berada di atas level penutupan 6.401,8 pada Jumat, 14 Agustus 2026. Karena itu, pencapaian 6.450 hingga 6.480 akan menandai keberlanjutan penguatan setelah pembalikan arah indeks.

MNC Sekuritas memiliki proyeksi target yang lebih lebar, yakni 6.440 sampai 6.544. Meski begitu, perusahaan sekuritas itu juga memantau potensi koreksi menuju area 5.890 hingga 6.192.

Respons atas Paparan Pertumbuhan

Investor Daily melaporkan sentimen positif menguat setelah pidato Presiden Prabowo mengenai realisasi pertumbuhan ekonomi nasional selama semester I-2026. Presiden menyampaikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dalam periode tersebut.

Capaian 5,45 persen itu disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pemerintah memandang angka tersebut sebagai landasan optimisme untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada akhir tahun.

Dalam rekomendasi untuk Selasa, MNC Sekuritas menempatkan AADI, ANTM, PGAS, VKTR, dan XMIG sebagai saham pilihan. Rekomendasi itu muncul saat pasar menimbang peluang penguatan indeks dan risiko koreksi yang tetap terbuka.

Perdagangan Selasa akan memperlihatkan apakah respons positif pada pasar saham dan nilai tukar dapat bertahan. Fokus utama tetap tertuju pada langkah IHSG dari 6.401,8 menuju rentang 6.450-6.480.

Baca Juga