Bukan Hanya Tenda, Respons Karhutla Kemensos Juga Siapkan Dukungan Psikososial

Respons terhadap kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berisi penyaluran makanan serta perlengkapan fisik. Kementerian Sosial juga menyiapkan layanan psikososial bagi keluarga yang terdampak karhutla.

Layanan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung kebutuhan kesehatan warga. Dukungan ini melengkapi persiapan shelter, tenda, dan bantuan kebutuhan dasar.

31 Shelter Menjangkau 16 Provinsi

Kemensos telah menyiapkan 31 lokasi shelter di 16 provinsi. Cakupan perlindungan itu membentang dari Aceh hingga Papua.

Shelter disiapkan sebagai langkah cepat ketika karhutla mengganggu kehidupan keluarga di daerah terdampak. Pelaksanaan bantuan di setiap lokasi akan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Data UtamaKeterangan
Lokasi perlindungan31 shelter
Wilayah16 provinsi
JangkauanAceh hingga Papua
Jenis dukunganLogistik, perlengkapan keluarga, dan layanan psikososial

Data Tunggal Menjadi Dasar Penyaluran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut penanganan dimulai dari penggunaan data tunggal. Pemerintah menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi keluarga terdampak sekaligus kebutuhan yang harus dipenuhi.

Pemerintah daerah ikut melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat. Mekanisme ini dimaksudkan agar bantuan tidak disalurkan berdasarkan perkiraan umum.

“Datanya sama dan kita bisa mengidentifikasi keluarga terdampak. Setelah itu kita lakukan beberapa penanganan di lapangan,” kata Gus Ipul.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri Penanganan Layanan Dasar di Wilayah Karhutla. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno memimpin rapat secara daring pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Logistik dan Personel Dipercepat

Bantuan yang disiapkan Kemensos mencakup makanan siap saji, tenda, dan perlengkapan keluarga. Ketersediaan makanan siap saji ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dalam situasi terdampak bencana.

Untuk mempercepat distribusi, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana atau Tagana serta relawan. Personel itu bekerja bersama kementerian dalam menyalurkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

Gus Ipul menyatakan makanan siap saji, tenda, dan perlengkapan keluarga telah masuk dalam bantuan yang disalurkan. Ia juga menegaskan pengerahan sumber daya manusia dilakukan untuk mendukung penyaluran cepat di lapangan.

“Yang sudah kita salurkan di antaranya makanan siap saji, tenda-tenda perlengkapan keluarga, serta kita menurunkan SDM, Tagana, dan relawan yang bersama Kemensos untuk melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Dengan jaringan shelter di berbagai provinsi, respons Kemensos menjangkau wilayah luas dari barat hingga timur Indonesia. Penanganan bagi setiap keluarga tetap mengikuti hasil pemetaan kebutuhan di daerah terdampak karhutla.

Baca Juga