11.543 Orang Mengungsi, Stok Beras dan Bantuan Darurat Didorong ke Flores

Sebanyak 11.543 orang mengungsi setelah gempa melanda Nusa Tenggara Timur, sementara kebutuhan pangan dan tempat berteduh terus menjadi perhatian dalam masa tanggap darurat. Pemerintah menyiapkan alokasi beras serta mengerahkan bantuan logistik dan peralatan dari Kupang ke Flores.

Badan Pangan Nasional mengalokasikan beras 5 kilogram per kepala keluarga untuk kebutuhan selama dua minggu. Dukungan tersebut berlaku sepanjang masa tanggap darurat guna membantu warga yang terdampak dan berada di pengungsian.

Cadangan Pangan Tersedia di Lima Wilayah Flores

Cadangan beras pemerintah melalui Bulog tersedia di Ruteng, Bajawa, Ende, Maumere, dan Labuan Bajo. Stok tersebut menjadi penopang distribusi pangan ketika kebutuhan warga meningkat di berbagai lokasi terdampak.

Lokasi CadanganWilayahFungsi
RutengFloresCadangan beras pemerintah
BajawaFloresCadangan beras pemerintah
EndeFloresCadangan beras pemerintah
Maumere dan Labuan BajoFloresCadangan beras pemerintah

Selain persediaan di Flores, stok beras juga tersedia di Kupang dan dapat didorong apabila diperlukan. Ketersediaan di beberapa titik diharapkan menjaga pasokan pangan tetap terjangkau selama penyaluran bantuan berlangsung.

Kapal Membawa Logistik dan Peralatan Pemulihan

Kapal feri pembawa bantuan tiba di Ende pada Senin (17/8) siang setelah berangkat dari Pelabuhan Bolok, Kupang, pada Sabtu (16/8) malam. Muatannya tidak hanya berisi bahan pangan, tetapi juga personel dan peralatan untuk mendukung penanganan bencana.

Peralatan tersebut disiapkan untuk membersihkan material longsor serta membantu pemulihan akses jalan dan jaringan komunikasi. Kehadirannya diperlukan karena kebutuhan warga mencakup pengungsian, layanan dasar, dan pembukaan kembali jalur menuju wilayah terdampak.

Jenis BantuanContoh IsiPeruntukan
PanganBeras, mi instan, air mineral, minyak goreng, telurKebutuhan dasar warga
Perlengkapan pengungsianTerpal, tikar, matras, kasur lipatTempat berlindung dan istirahat
Perlengkapan tambahanKarpet, selimut, kebutuhan bayi dan perempuanPengungsi dan kelompok rentan
Peralatan pendukungPeralatan pembersihanPemulihan akses

Sekretaris BPBD NTT Yohanes Taka Dosi mengatakan pengiriman dilakukan secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan awal penanganan bencana di Flores. “Satu kapal feri itu isinya hampir semua bantuan untuk penanganan bencana di Flores ini,” ujar Yohanes.

Korban Jiwa dan Bangunan Rusak

Gempa tersebut menewaskan 55 orang dan menyebabkan 276 warga mengalami luka-luka. Dampak kerusakan juga meluas pada permukiman serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat.

Sebanyak 5.442 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 2.693 rumah rusak berat, 639 rumah rusak sedang, dan 2.110 rumah rusak ringan. Tingginya jumlah rumah rusak berat menambah kebutuhan terpal, tikar, matras, kasur lipat, karpet, dan selimut di pengungsian.

Kerusakan fasilitas publik mencakup 238 satuan pendidikan, 125 fasilitas kesehatan, 79 rumah ibadat, 106 kantor, dan 76 fasilitas umum. Penyaluran pangan, perlengkapan pengungsian, serta peralatan pemulihan akses menjadi bagian dari respons untuk menjangkau kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Baca Juga