Dibanderol US$200, Adidas Hyperboost Edge Tawarkan Sepatu Lari Empuk Tanpa Pelat

Adidas memasarkan Hyperboost Edge dengan harga US$200 atau sekitar Rp3,6 juta. Sepatu ini menawarkan konstruksi tanpa pelat kaku bagi pelari yang mencari kombinasi bobot ringan, bantalan, dan respons energi.

Varian warna merah menjadi pilihan pertama yang diluncurkan untuk model tersebut. Adidas menyatakan Hyperboost Edge dapat diperoleh melalui toko resmi dan situs adidas.com, sedangkan warna lain akan hadir bertahap.

Dengan bobot 255 gram, Hyperboost Edge diposisikan sebagai super-trainer untuk berbagai kebutuhan jarak tempuh. Detik Sport melaporkan pada Rabu (5/8/2026) bahwa produk ini merupakan sepatu lari non-plated pertama Adidas pada bobot tersebut.

Tiga Material dalam Satu Konstruksi

Bagian utama Hyperboost Edge menggabungkan tiga teknologi, yaitu Hyperboost Pro, PRIMEWEAVE, dan LIGHTTRAXION. Ketiganya ditempatkan pada bagian sepatu yang berbeda untuk membentuk karakter performa produk ini.

Bagian SepatuTeknologi
MidsoleHyperboost Pro
UpperPRIMEWEAVE
OutsoleLIGHTTRAXION
Ketebalan tumit45 mm
Drop6 mm
Bobot255 gram

Hyperboost Pro menjadi elemen utama yang memberi bantalan sekaligus respons pada midsole. PRIMEWEAVE digunakan untuk upper, sementara LIGHTTRAXION melengkapi area outsole.

Rancangan tanpa pelat menjadi pembeda Hyperboost Edge dalam jajaran sepatu lari Adidas. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga kelenturan langkah secara alami tanpa meninggalkan dorongan energi saat berlari.

Sepatu ini memiliki ketebalan tumit 45 mm dan drop 6 mm. Adidas juga memasang heel pods terintegrasi pada upper untuk melengkapi susunan konstruksinya.

Dasar Pengembangan Material Busa

Adidas mengembangkan Hyperboost Pro melalui pengujian laboratorium dan riset bersama German Sport University Cologne. Sebanyak 60 pelari terlibat dalam penilaian respons saat menggunakan material tersebut.

Dalam pengujian itu, 73 persen peserta menyatakan menyukai kemampuan pengembalian energi Hyperboost Pro. Sebanyak 77 persen peserta mengatakan material tersebut menghadirkan rasa bantalan yang lebih lembut.

Data tersebut dipakai Adidas untuk menekankan keseimbangan antara rasa empuk, energi, dan bobot ringan pada Hyperboost Edge. Perusahaan menempatkan ketiga unsur itu sebagai dasar karakter sepatu tanpa pelat kaku.

General Manager Adidas Running Patrick Nava menyebut pendekatan tersebut sebagai Power of Three. Ia mengatakan Hyperboost Pro merupakan awal dari potensi yang masih akan dikembangkan Adidas dalam portofolio produk performanya.

“Hyperboost Edge adalah wujud nyata dari Power of Three-bantalan, energi, dan bobot yang ringan berpadu secara sempurna dalam satu sepatu,” ujar Patrick Nava, GM Adidas Running.

Logo Three Stripes bertumpuk pada bagian midsole menjadi detail desain lain yang dibawa produk ini. Adidas menyebut penerapan desain tersebut merupakan yang pertama pada Hyperboost Edge.

Baca Juga