Seorang ayah harus menghadapi penyelidikan yang mengarah kepada keluarganya setelah putri remajanya menjadi korban pelecehan dalam film Ayah, Aku Mau Cerita. Tekanan itu semakin berat karena seorang pemuda hilang setelah sang putri berusaha mempertahankan diri.
Pemuda yang hilang ternyata merupakan putra tunggal seorang Kapolres. Kondisi tersebut mengubah persoalan keluarga di Desa Banaran menjadi konflik yang mengancam hidup Andi Budiman dan orang-orang terdekatnya.
Andi Tidak Memiliki Kekuasaan untuk Melindungi Keluarga
Andi Budiman diperankan oleh Vino G. Bastian sebagai ayah sederhana yang hidup tenang bersama keluarganya sebelum peristiwa itu terjadi. Ia tidak memiliki jabatan, kekuasaan, maupun kemampuan luar biasa untuk menghadapi tekanan yang datang.
Ketika penyelidikan semakin mengarah kepada keluarganya, Andi hanya dapat mengandalkan kecerdikan dan naluri seorang ayah. Setiap langkah yang ia ambil berpotensi membawa akibat besar bagi keluarganya maupun pihak lain.
Vino G. Bastian menyebut Andi sebagai sosok yang terasa nyata karena tidak selalu mengetahui jawaban dari setiap persoalan. Karakter itu dipaksa membuat keputusan dalam situasi yang tidak memberi pilihan mudah.
“Andi adalah laki-laki biasa. Dia bukan orang yang selalu tahu jawaban dari setiap masalah. Justru karena itulah dia terasa nyata,” ungkap Vino G. Bastian.
Konflik Tidak Hanya Berpusat pada Penyelidikan
Di balik unsur investigasi, film ini menempatkan hubungan keluarga dan pertarungan batin sebagai inti cerita. Cinta terhadap keluarga menjadi dorongan Andi saat ia dihadapkan pada pilihan yang terasa mustahil.
Vino menilai hati dapat berbicara lebih kuat daripada logika ketika seorang ayah harus menentukan tindakan untuk melindungi keluarganya. Sudut pandang itu membuat perjalanan Andi tidak sekadar berkaitan dengan kasus yang sedang diselidiki.
Sutradara Danial Rifki mengangkat rasa bersalah, pengampunan, keadilan, serta cinta yang tidak mengenal syarat melalui cerita tersebut. Ia menempatkan ketegangan investigasi sebagai bagian dari hubungan antarmanusia yang terus diuji.
“Film ini berbicara tentang rasa bersalah, pengampunan, keadilan, dan cinta yang tidak mengenal syarat,” ujar Danial Rifki. Ia berharap penonton meninggalkan bioskop dengan pertanyaan apakah mereka telah benar-benar mendengarkan orang yang dicintai.
Marsha Timothy dan Vino Berhadapan
Ketegangan cerita turut membawa karakter Vino berseberangan dengan karakter yang dimainkan Marsha Timothy. Keduanya tidak dibangun sebagai pasangan yang saling menguatkan, melainkan sebagai dua pihak dengan keyakinan berbeda mengenai kebenaran.
Marsha Timothy mengatakan pertemuan kembali dengan Vino dalam film ini memiliki dinamika yang berbeda. Setiap keputusan karakter mereka memengaruhi banyak orang, sehingga konfliknya tidak dapat dipandang secara hitam-putih.
“Kami tidak sedang memainkan pasangan yang saling menopang. Kami justru dipertemukan dalam situasi yang membuat masing-masing karakter memiliki keyakinannya sendiri tentang apa yang benar,” kata Marsha Timothy.
Jadwal Tayang dan Pemeran Pendukung
Produser Falcon Pictures, Frederica, menilai beban yang dipikul seseorang demi keluarga merupakan tema yang dekat secara universal. Keterangan yang dikutip Medcom menyebut film ini ingin menghadirkan hiburan sekaligus mengajak penonton menghargai keluarga di sekitarnya.
Selain Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, jajaran pemainnya mencakup Niken Anjani, Ziva Magnolya, Gunawan Sudrajat, Pritt Timothy, Rizky Hanggono, Queen Lubis, Sadana Agung, Norman Akyuwen, Ibnu Gundul, Whani Darmawan, Faris Fadjar, dan Aksara Dena. Film garapan Danial Rifki ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.






