Polres Siak melibatkan ahli psikologi forensik dalam penyelidikan kematian dr. Alex Cristo Loris, dokter residen Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami kondisi psikologis korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Pendalaman psikologi forensik berjalan bersamaan dengan pemeriksaan autopsi dan laboratorium forensik. Ketiga proses tersebut masih diperlukan karena penyebab kematian korban belum dapat disimpulkan.
Ahli yang dilibatkan berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Penyidik memutuskan menggunakan pemeriksaan psikologi forensik setelah menelaah temuan awal pada ponsel, keterangan saksi, dan barang bukti dari tempat kejadian perkara.
Wawancara Saksi dan Analisis Bukti Berjalan
Pemeriksaan psikologi forensik mencakup wawancara kepada para saksi. Ahli juga menganalisis barang bukti serta petunjuk lain yang telah dihimpun selama penyelidikan.
“Pelaksanaan pemeriksaan psikologi forensik sudah dimulai, mencakup metode wawancara kepada para saksi serta analisis mendalam terhadap barang bukti dan petunjuk lainnya yang telah kami kumpulkan,” kata Kepala Satreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos. Hasil dari pendalaman itu akan melengkapi pemeriksaan lain yang sedang dilakukan kepolisian.
Saksi yang dimintai keterangan berasal dari lingkungan rumah sakit, akademik, keluarga, dan rekan sejawat di luar daerah. Pemeriksaan tersebut diarahkan untuk mengumpulkan informasi mengenai aktivitas serta kondisi korban sebelum kejadian.
| Kelompok | Pihak yang Diperiksa |
|---|---|
| RSUD Tengku Rafian | Petugas keamanan dan pegawai rumah sakit |
| Lingkungan pendidikan | Dua dokter pembimbing residen anestesi, satu rekan residen, staf akademik, dan bagian keuangan |
| Keluarga korban | Istri, orang tua, dan abang kandung |
| Rekan luar daerah | Satu dokter dan satu bidan di Maluku |
Autopsi dan Barang Bukti Masih Diperiksa
Olah tempat kejadian perkara telah diselesaikan oleh penyidik Polres Siak. Namun, hasil autopsi masih menunggu pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik.
Raja Kosmos menyatakan barang bukti lain juga masih berada dalam proses pemeriksaan laboratorium forensik. “Begitu juga dengan barang bukti lainnya yang saat ini masih menunggu hasil dari laboratorium forensik,” ujarnya pada Kamis (24/7) malam.
Telepon selular korban telah diperiksa secara manual bersama pihak keluarga. Sebagian informasi yang ditemukan telah dituangkan ke dalam BAP, sedangkan data pada aplikasi dan item yang terkunci akan diperiksa melalui laboratorium forensik.
CCTV Membantu Menyusun Kronologi
Penyidik telah mengamankan rekaman CCTV dari dua sumber berbeda. Rekaman itu menunjukkan jalur perjalanan korban sejak keluar dari rumah sakit sampai menuju lokasi kejadian.
dr. Alex ditemukan meninggal pada Selasa (14/7) di lingkungan RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak. Ia sedang menjalani pendidikan spesialis sebagai dokter residen di Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Polres Siak masih menggabungkan hasil pemeriksaan fisik, digital, dan psikologi forensik untuk melanjutkan penyelidikan. Kepastian mengenai penyebab kematian menunggu hasil autopsi dan laboratorium forensik yang belum selesai.






