Setelah Potongan Aplikasi Jadi 8 Persen, Pendapatan Bersih Ojol Masih di Bawah UMP

Penurunan potongan aplikasi menjadi 8 persen belum diproyeksikan membuat pendapatan bersih pengemudi ojek online menyamai rata-rata UMP nasional. Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memperkirakan akumulasi penghasilan bersih pengemudi sekitar Rp1,99 juta per bulan.

Nilai itu masih lebih rendah daripada rata-rata UMP nasional 2026 yang disebut mencapai Rp3,3 juta per bulan. Perhitungan tersebut menjadi salah satu dasar perbedaan pandangan mengenai dampak pembagian hasil baru bagi pengemudi.

Tambahan Harian Sekitar Rp19 Ribu

IDEAS memperkirakan skema baru menambah pendapatan bersih rata-rata sebesar Rp18.947 per hari. Angka itu setara sekitar Rp19 ribu dan menghasilkan kenaikan kurang lebih 31 persen dari simulasi skema sebelumnya.

Peneliti IDEAS Muhammad Anwar menyatakan tambahan tersebut tetap berarti bagi pengemudi. Namun, ia menekankan bahwa hasil itu dihitung dalam kondisi ceteris paribus atau ketika faktor selain potongan aplikasi tidak berubah.

KomponenPotongan 20 PersenPotongan 8 Persen
Rata-rata pendapatan bersih per hariRp60.619Rp79.566
Tambahan pendapatan harianRp18.947
Persentase kenaikanSekitar 31 persen

“Rp19 ribu itu adalah tambahan dalam kondisi ceteris paribus,” kata Anwar. Ia menyebut terdapat banyak kasus ketika penghasilan pengemudi turun akibat dinamika lain di luar besaran potongan aplikasi.

Faktor yang Menentukan Penghasilan Bersih

Dalam simulasi IDEAS, jumlah pesanan, tarif, jam kerja, serta variabel lainnya dianggap tetap. Dengan metode itu, satu-satunya perubahan yang dihitung adalah penurunan komisi aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen.

Di lapangan, pendapatan pengemudi dapat dipengaruhi oleh perubahan jumlah order atau skema yang berlaku. Karena itu, hasil penghitungan tidak dapat dipisahkan dari kondisi operasional yang dialami pengemudi setiap hari.

Data IDEAS bersumber dari survei yang dilakukan pada Desember 2025 terhadap 1.018 pengemudi di 62 kabupaten dan kota. Survei tersebut digunakan untuk menggambarkan rata-rata pendapatan bersih harian pada dua skema potongan.

Anwar mempertanyakan dasar data yang dipakai untuk menyebut pendapatan pengemudi dapat naik dua hingga tiga kali. Menurutnya, hasil simulasi lembaganya tidak mendukung lonjakan sebesar itu apabila seluruh unsur lain dipertahankan.

Pemerintah Tetapkan Porsi 92 Persen

Pemerintah menetapkan pembagian hasil 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator pada Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebijakan tersebut dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta.

Prabowo mengatakan pemerintah telah mengatur bagi hasil ojol yang lebih adil bagi pengemudi dan aplikator. “Pembagian hasil tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan pengemudi,” kata Prabowo.

Pemerintah menyebut penyesuaian porsi itu dapat meningkatkan pendapatan pengemudi hingga tiga kali lipat. Di sisi lain, IDEAS menghitung dampak langsung perubahan komisi berupa tambahan sekitar Rp19 ribu sehari.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa besaran komisi hanya salah satu unsur dalam pendapatan pengemudi. Tarif, volume pesanan, dan jam kerja tetap menentukan apakah kenaikan porsi bagi hasil dapat menghasilkan perbaikan penghasilan yang lebih besar.

Baca Juga