Potensi lokal di Cikampek dan Kabupaten Bandung Barat didorong agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui dua program CSR Pertamina Patra Niaga yang menggabungkan perhatian terhadap lingkungan dan pemberdayaan sosial.
Program Ngabedahkeun Walahar berfokus pada pemanfaatan limbah di Cikampek. Sementara Program Lentera Jiwa dijalankan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.
| Nama Program | Lokasi | Arah Program |
|---|---|---|
| Ngabedahkeun Walahar | Cikampek | Mengolah limbah secara bermanfaat |
| Lentera Jiwa | Kabupaten Bandung Barat | Mendorong pemberdayaan warga |
Kedua lokasi itu dikunjungi Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga pada Selasa (7/7). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan program yang dilaksanakan di lapangan.
Perusahaan menempatkan keterlibatan langsung masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan kegiatan. Pemerintah desa, komunitas, pelaku UMKM, dan tokoh penggerak lokal juga dilibatkan dalam kolaborasi tersebut.
Komisaris Pertamina Patra Niaga Tina Talisa menyatakan program tanggung jawab sosial tidak dimaksudkan hanya sebagai bentuk dukungan. Menurut dia, pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat menjadi prinsip dalam pelaksanaan kegiatan.
“Program CSR Pertamina Patra Niaga bukan hanya hadir sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat,” ujar Tina. Ia menekankan perlunya kerja sama dengan local heroes, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM.
Local heroes menjadi elemen yang disorot karena berperan menghubungkan kebutuhan warga dengan potensi lingkungan setempat. Keterlibatan mereka juga mendukung pengembangan kegiatan bersama kelompok komunitas.
Kolaborasi dengan pemerintah desa dan pelaku UMKM diharapkan membuat manfaat program dapat terus bertumbuh. Pola tersebut dirancang agar hasil kegiatan tidak terbatas pada bantuan dalam waktu singkat.
Di Walahar, pengolahan limbah mendapat perhatian khusus dalam kunjungan jajaran Pertamina Patra Niaga. Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Siti Zahra Aghnia melihat kegiatan itu sebagai inovasi yang bertolak dari potensi lokal.
“Di Walahar kami melihat bagaimana waste dimanfaatkan dengan baik. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berjalan dan manfaatnya semakin luas bagi warga sekitar,” kata Siti.
Pemanfaatan limbah di Walahar menunjukkan salah satu arah kegiatan lingkungan dalam program tersebut. Di sisi lain, Lentera Jiwa memperlihatkan fokus pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Dua program ini turut dikaitkan dengan dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Aspek lingkungan dan isu sosial menjadi bagian dari cakupan kegiatan CSR yang dijalankan.
Melalui Ngabedahkeun Walahar dan Lentera Jiwa, Pertamina Patra Niaga mengarahkan potensi di tiap wilayah menjadi manfaat bagi warga sekitar. Kolaborasi dengan unsur lokal menjadi dasar untuk memperluas dampak program di Jawa Barat.






