Runtuhnya plafon dan retaknya dinding di Pelabuhan Nangakeo membuat layanan perintis dihentikan sementara setelah gempa di Flores. Penghentian tersebut dilakukan ketika pemeriksaan keselamatan pada fasilitas transportasi terdampak terus berjalan.
Kementerian Perhubungan memastikan pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada pelabuhan. Bandar Udara Komodo, terminal, serta prasarana transportasi lain di wilayah terdampak juga masuk dalam pemantauan.
Layanan Disesuaikan dengan Kondisi Fasilitas
Kerusakan yang muncul di setiap lokasi memiliki bentuk dan dampak operasional yang berbeda. Karena itu, layanan transportasi tidak seluruhnya dihentikan, tetapi disesuaikan dengan hasil penilaian kondisi di lapangan.
| Fasilitas Terdampak | Kondisi Fisik | Dampak Layanan |
|---|---|---|
| Pelabuhan Nangakeo | Plafon runtuh dan dinding retak | Layanan perintis berhenti sementara |
| Pelabuhan Laurentius Say | Kerusakan di dermaga dan ruang tunggu | Tercatat saat KM Bukit Siguntang bersandar |
| Pelabuhan Reo | Bangunan kantor dan terminal terdampak | Kerusakan fisik dilaporkan |
| Bandar Udara Komodo | PKP-PK, terminal sisi darat, administrasi, dan taxiway | Penerbangan berlangsung dengan pembatasan |
Di Pelabuhan Laurentius Say, dampak gempa terlihat pada area dermaga dan gedung ruang tunggu. Kerusakan tersebut tercatat ketika KM Bukit Siguntang sedang bersandar di pelabuhan.
Pelabuhan Reo juga mengalami kerusakan pada kantor dan terminal. Seluruh lokasi tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan prasarana tetap aman digunakan.
Bandara Komodo Masih Melayani Penerbangan
Bandar Udara Komodo mengalami kerusakan pada Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, dan Gedung Administrasi. Kerusakan minor turut ditemukan pada taxiway, namun kegiatan penerbangan masih berjalan dengan pembatasan.
Keputusan mempertahankan operasional penerbangan disertai pengawasan terhadap kondisi fasilitas. Pemeriksaan dilakukan agar keselamatan penumpang dan petugas tidak terabaikan dalam situasi pascagempa.
Gempa terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah peringatan dini tsunami dicabut, masyarakat tetap diminta mengutamakan keselamatan ketika melakukan perjalanan.
Kemenhub Minta Pemeriksaan Menyeluruh
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk memeriksa fasilitas terdampak. Pemeriksaan mencakup pelabuhan, terminal, hingga bandara sebelum aktivitas transportasi dapat kembali berjalan tanpa pembatasan.
“Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi,” ujar Dudy Purwagandhi.
Dudy menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas bagi seluruh pihak yang melakukan mobilitas di daerah terdampak. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti petunjuk petugas, dan memperbarui informasi cuaca melalui BMKG.
Unit Pelaksana Teknis Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, dan pemerintah daerah untuk memantau situasi. Koordinasi itu digunakan untuk melihat perkembangan kondisi serta menentukan langkah keselamatan yang diperlukan.
Kementerian Perhubungan menyatakan informasi terbaru akan terus disampaikan kepada masyarakat. Pemantauan fasilitas transportasi di NTT dan sekitarnya dilakukan untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan.






