Sebanyak 591 atlet dari 91 klub akan bertanding pada Piala Kapolri 2026 yang berlangsung di Jakarta, 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kejuaraan ini mempertemukan pemain muda peringkat nasional dengan atlet penyandang disabilitas dalam satu agenda pembinaan prestasi.
Turnamen tersebut memberi ruang kompetisi bagi kelompok usia Pemula U-15, Remaja U-17, dan Taruna U-19. Kehadiran kategori difabel juga memperluas kesempatan atlet untuk menunjukkan kemampuan di arena resmi.
Pertandingan digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta dan GOR Pondok Bambu. Masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian persaingan secara langsung dari kedua arena tersebut.
Beregu Polri Hadirkan Tantangan Antar-Usia
Salah satu format yang membedakan Piala Kapolri 2026 adalah nomor Beregu Putra Polri. Nomor ini memainkan tiga partai ganda putra dengan ketentuan total usia pemain yang berbeda pada setiap partai.
Partai pertama mensyaratkan total usia pasangan minimal 85 tahun, sedangkan partai kedua menetapkan batas minimal 60 tahun. Satu partai lainnya dimainkan tanpa pembatasan usia, sehingga membuka keterlibatan personel Polri dari beragam rentang usia.
| Kategori | Peserta atau Kelompok | Nomor atau Ketentuan |
|---|---|---|
| Kelompok pembinaan | Pemula U-15, Remaja U-17, Taruna U-19 | Lima sektor pertandingan |
| Beregu Putra Polri | Personel Polri | Tiga partai ganda putra dengan batas usia berbeda |
| Kelompok difabel | Atlet penyandang disabilitas | Enam nomor pertandingan |
Bagian dari Rangkaian Hari Bhayangkara
Ketua Seksi Humas Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Irjen Ahmad Ramadhan menyebut kejuaraan ini mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri”. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang membawa tema “Polri untuk Masyarakat”.
Menurut Ahmad, kegiatan olahraga ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ia juga menekankan nilai sportivitas, kebersamaan, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan turnamen.
Pemain Peringkat Nasional Masuk Persaingan
Untuk kelompok pembinaan, peserta merupakan atlet yang menempati peringkat 1 sampai 32 nasional pada kategori masing-masing. Persaingan akan berlangsung pada sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Komposisi peserta dari puluhan klub membuat pertandingan berpotensi ketat sejak babak awal. Kejuaraan ini sekaligus menjadi panggung bagi pemain usia muda untuk mengukur kemampuan saat menghadapi lawan dari jajaran peringkat nasional.
Enam Nomor untuk Atlet Difabel
Kelompok difabel akan mempertandingkan enam nomor, termasuk tunggal putra WH1/WH2, SL3, SL4, dan SU5. Selain itu, tersedia tunggal putri SL3/SL4/SU5 serta tunggal SH6 putra-putri.
National Paralympic Committee Indonesia terlibat dalam penyelenggaraan bersama Polri dan PP PBSI. Kolaborasi ini menegaskan upaya menghadirkan kompetisi yang memberi kesempatan setara bagi atlet penyandang disabilitas.
Sekretaris Jenderal PP PBSI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Ricky Soebagdja, menilai kejuaraan ini mencerminkan perhatian Polri terhadap pembinaan bulutangkis di Tanah Air. Ia menyebut keberadaan kompetisi berkualitas penting untuk membantu atlet muda mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.
“Kejuaraan ini merupakan wujud nyata perhatian Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap pembinaan bulutangkis di Tanah Air,” ujar Ricky. Dengan peserta dari kelompok pembinaan, difabel, dan Beregu Putra Polri, Piala Kapolri 2026 menjadi ruang kompetisi yang mencakup lebih banyak jalur prestasi.






