Dari Titik Putih ke Gol Menit 93, Cremonese Menutup Harapan Sampdoria

Cremonese menutup harapan Sampdoria melalui dua momen yang berjauhan dalam pertandingan di Stadion Druso. Fulignati menggagalkan penalti Esposito pada menit ke-76, lalu Berti mencetak gol penutup pada menit ke-93 untuk memastikan skor 2-0.

Kemenangan tersebut membawa Cremonese melewati babak 32 besar Coppa Italia 2026/27 tanpa kebobolan. Sampdoria sempat memiliki peluang untuk mengubah keadaan, tetapi tidak mampu memanfaatkannya saat skor masih 1-0.

Gol Berti Mengakhiri Perlawanan

Gol kedua Cremonese tercipta melalui serangan balik cepat pada masa akhir pertandingan. Berti, yang masuk setelah jeda, menyelesaikan serangan tersebut ketika Sampdoria membutuhkan gol untuk menjaga peluangnya.

Gol pada menit ke-93 membuat Sampdoria tidak memiliki ruang lagi untuk mengejar hasil imbang. Cremonese pun mengakhiri laga dengan keunggulan dua gol.

Keputusan Giampaolo memasukkan sejumlah pemain pada babak kedua memberi pilihan tambahan bagi timnya. De Luca dan Berti menjadi bagian dari perubahan yang dilakukan untuk menjaga intensitas permainan.

Fulignati Menjaga Keunggulan Tipis

Sebelum gol Berti, Cremonese berada dalam posisi rentan karena hanya unggul satu gol. Sampdoria kemudian menerima penalti pada menit ke-76 dan menunjuk Esposito sebagai eksekutor.

Fulignati berhasil menggagalkan tendangan tersebut dan mempertahankan keunggulan Cremonese. Momen itu menjadi pembeda karena Sampdoria gagal menyamakan kedudukan saat kesempatan terbaik mereka tiba.

Tahap PertandinganMenitPeristiwa
Keunggulan awal23Stuckler mencetak gol untuk Cremonese
Peluang penyama skor76Fulignati menepis penalti Esposito
Penentuan hasil93Berti mencetak gol serangan balik

Stuckler Membuka Jalan Kemenangan

Cremonese sebenarnya telah unggul sejak babak pertama melalui gol Stuckler pada menit ke-23. Gol cepat itu menjadi modal bagi tim Giampaolo untuk mengendalikan pertandingan dengan formasi 4-4-2.

Keunggulan tersebut bertahan lama meski Sampdoria berupaya meningkatkan tekanan pada paruh kedua. Cremonese mampu menjaga skor hingga penyelamatan Fulignati memberi mereka dorongan penting di fase akhir laga.

Giampaolo memuji kemampuan timnya dalam mempertahankan hasil setelah mencetak gol pertama. “Kami menunjukkan karakter dan disiplin selama pertandingan,” ujar Giampaolo.

Menurutnya, kemenangan tersebut dibangun dari sikap disiplin para pemain selama pertandingan. Gol Stuckler, aksi Fulignati, dan penyelesaian Berti menjadi rangkaian utama keberhasilan Cremonese.

Corradi Menilai Lawan Lebih Efektif

Bernardo Corradi mengakui Sampdoria telah berusaha keras, namun lawannya tampil lebih efektif. Pelatih Sampdoria itu juga menyoroti perlunya mengambil pelajaran dari kekalahan ini untuk agenda kompetisi berikutnya.

“Kami sudah berusaha keras, tapi Cremonese bermain sangat efektif dan layak menang,” kata Corradi. Penilaian itu menggambarkan perbedaan antara peluang Sampdoria yang gagal dan efektivitas Cremonese dalam mencetak gol.

Perenzoni dari Rovereto memimpin pertandingan yang diwarnai beberapa kartu kuning bagi kedua tim. Kartu diberikan setelah protes dan pelanggaran keras dalam laga yang dihadiri 1.028 penonton tersebut.

Situs resmi kedua klub menyebut lapangan Stadion Druso berada dalam kondisi baik. Cremonese meninggalkan stadion dengan hasil 2-0 setelah menjaga keunggulan dari menit ke-23 hingga peluit akhir.

Baca Juga