Pertamina Mandalika Racing Series tidak hanya menjadi ajang persaingan nasional bagi pembalap muda Indonesia. Kejuaraan di Pertamina Mandalika International Circuit itu juga berfungsi sebagai tahap pembentukan kemampuan sebelum mereka mencoba kompetisi internasional.
Nilai penting kompetisi ini terlihat dari pembalap yang pernah menjadikan Mandalika sebagai bagian dari perjalanan karier. Veda Ega Pratama, Muhammad Kiandra Ramadhipa, dan Fadillah Arbi Aditama sama-sama memiliki pengalaman di Pertamina MRS sebelum atau saat melanjutkan perkembangan di level lebih tinggi.
Mental Menjadi Bekal di Lintasan
Fadillah Arbi Aditama menilai pembentukan mental menjadi salah satu manfaat utama dari kompetisi yang digelar secara berjenjang. Pembalap Astra Honda Racing Team itu kini naik ke kelas Supersport 600 melalui Pertamina MRS 2026.
“Pertamina MRS menurut saya sangat penting karena membentuk mental dan mindset pembalap,” ujar Arbi. Menurutnya, aspek tersebut diperlukan pembalap untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Arbi datang ke kelas baru tersebut dengan pengalaman tiga musim berkompetisi di Eropa. Ia juga mengikuti Asia Road Racing Championship AP250 pada 2025 sebelum menjalani program Supersport 600.
Pembalap lulusan Astra Honda Racing School angkatan 2018 itu mencatat sejarah pada FIM JuniorGP Moto3 Catalunya 2023. Arbi menjadi pembalap Indonesia pertama yang memenangi balapan tersebut dan pernah tampil dalam Kejuaraan Dunia Moto3 Mandalika.
Jalur Pengembangan yang Terlihat
| Pembalap | Pengalaman di Mandalika | Pencapaian atau Kompetisi Lanjutan |
|---|---|---|
| Veda Ega Pratama | 250cc pada 2023 dan 600cc pada 2024 | Juara Asia Talent Cup 2023, runner-up Red Bull Rookies Cup dan Moto3 |
| Muhammad Kiandra Ramadhipa | 250cc pada 2023 | Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Moto3 Junior |
| Fadillah Arbi Aditama | Supersport 600 pada 2026 | Pemenang FIM JuniorGP Moto3 Catalunya 2023 |
Veda memulai pengasahan kemampuan melalui kelas 250cc pada 2023, lalu berlanjut ke kelas 600cc pada 2024. Perjalanan itu mendahului pencapaiannya sebagai juara Asia Talent Cup 2023 serta runner-up Red Bull Rookies Cup dan Moto3.
Kiandra pernah mengikuti kelas 250cc pada musim 2023. Pembalap muda tersebut kini tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Moto3 Junior.
Rekam jejak itu memperlihatkan adanya tahapan kompetisi yang dapat dimanfaatkan pembalap untuk menambah jam terbang. Pertamina MRS memberi ruang untuk menguji kemampuan teknis, konsistensi, dan kesiapan bertanding dalam lingkungan kompetitif.
Ruang Belajar bagi Pembalap Junior
Fungsi pembinaan juga dirasakan Giovanni Cornelius Gani, pembalap asal Lubuk Linggau, Sumatra Selatan. Bersama Honda MTS AR Speed ASH21, ia meraih podium ketiga Indonesia Junior Talent Cup U-15 Race 1 pada Pertamina MRS 2026.
Giovanni menyebut kompetisi itu membantu pembalap muda meningkatkan fokus dan ketelitian saat berlomba. “Pertamina MRS sangat bagus karena membimbing calon pembalap masa depan Indonesia agar lebih fokus, teliti, dan percaya diri saat balapan,” kata Giovanni.
Sebelum tampil pada musim ini, Giovanni telah membukukan sejumlah hasil pada 2025. Ia menjadi Juara Nasional Motoprix, meraih podium ketiga Race 2 SIC Ohvale Junior Championship di Johor, Malaysia, serta podium FIM MiniGP Malaysia.
Komitmen Kompetisi yang Konsisten
Putaran ketiga Pertamina MRS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25-26 Juli 2026. Agenda ini menambah kesempatan pembalap muda untuk menjalani persaingan nasional di Pertamina Mandalika International Circuit.
CEO Pride Motorsport Eddy Saputra menilai dukungan Pertamina sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan balap Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan kesempatan bertanding agar pembalap muda dapat terus berkembang menuju persaingan dunia.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan ekosistem kompetisi yang konsisten akan menjadi bagian dari pengembangan talenta muda. Informasi yang dihimpun CNN Indonesia menyebut Pertamina MRS juga menjadi bagian dari perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada Oktober.






