Tandan kosong, cangkang, dan batang kelapa sawit berpeluang berubah dari sisa perkebunan menjadi sumber pasokan energi. Indonesia memiliki modal besar untuk itu melalui 16,8 juta hektare areal perkebunan sawit nasional.
Dengan luas perkebunan tersebut, potensi biomassa sawit disebut dapat mencapai 272 juta ton setiap tahun. Pemanfaatannya dapat memperluas peran sawit dalam energi terbarukan, bukan hanya sebagai bahan baku biodiesel.
Seluruh Bagian Tanaman Dapat Dimanfaatkan
Minyak sawit mentah atau CPO merupakan bahan baku untuk biodiesel Indonesia. Namun, bagian tanaman dan sisa pengolahan lainnya juga memiliki peluang pemanfaatan sebagai biomassa.
Wakil Ketua Umum Aspebindo M Hadi Nainggolan mengatakan bahan baku sawit tersedia melimpah, dapat diperbarui, dan memiliki masa produksi stabil sepanjang tahun. Karakteristik itu menjadi keunggulan dalam pengembangan energi berbasis kekayaan hayati.
Hadi menilai seluruh bagian tanaman sawit dapat digunakan untuk menghasilkan energi. Ketersediaan bahan baku yang tersebar luas juga dinilai membuka peluang Indonesia memperkuat posisi dalam pengembangan energi hayati.
“Kelapa sawit ini akan menjadi sumber kekuatan energi hayati dengan didukung oleh 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit,” ujar Hadi dalam laporan Beritasatu.com. Ia memandang basis perkebunan itu dapat menjadikan sawit pilar energi nasional.
Catatan Manfaat dari Biodiesel
Pemanfaatan minyak sawit untuk energi telah menunjukkan dampak melalui program biodiesel. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat sejumlah capaian selama periode 2015 hingga 2025.
| Indikator Program | Nilai Realisasi |
|---|---|
| Penghematan devisa | Rp 722,9 triliun |
| Nilai tambah konversi CPO | Rp 114,7 triliun |
| Penyerapan tenaga kerja | 10,9 juta tenaga kerja |
| Penurunan emisi gas rumah kaca | 228,41 juta ton CO2 |
Pengolahan CPO menjadi biodiesel dinilai membantu mengurangi impor energi fosil. Langkah tersebut juga dikaitkan dengan perbaikan neraca perdagangan migas serta upaya mitigasi pemanasan global.
Penggantian sebagian penggunaan energi fosil menjadi salah satu arah pengembangan bioenergi. Tanaman sawit sendiri menyerap karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis.
Pasar Energi Menopang Petani
Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, menyatakan diversifikasi sawit memberikan manfaat di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pasar energi membuat penjualan tandan buah segar petani tidak hanya mengandalkan industri minyak goreng.
Menurut Tungkot, volume pasar bioenergi sawit di Indonesia telah melampaui pasar minyak goreng. Perkembangan ini disebut turut menjaga stabilitas harga tandan buah segar dan mendukung peningkatan pendapatan petani.
Nilai tambah juga dapat muncul dari pemanfaatan biomassa perkebunan yang selama ini bukan produk utama. Karena itu, pengembangan energi sawit mencakup peluang ekonomi dari minyak maupun sisa tanaman.
Teknologi Menentukan Perluasan Pemanfaatan
Badan Pengelola Dana Perkebunan mendorong optimalisasi sawit untuk energi hijau melalui Pekan Riset Sawit Indonesia atau Perisai. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat riset dan inovasi bernilai tambah pada komoditas sawit.
Pengembangan teknologi penting agar potensi biomassa tidak berhenti pada skala bahan baku. Pemanfaatan yang lebih luas dapat memperbesar kontribusi energi terbarukan dari perkebunan terhadap pasokan energi nasional.






