Batas usia harapan hidup rata-rata 90 tahun yang lama dianggap sulit dicapai kini berpeluang ditembus oleh perempuan Korea Selatan. Proyeksi untuk perempuan yang lahir pada 2030 mencapai 90,8 tahun, tertinggi di antara 35 negara industri yang ditelaah.
Kemungkinan angka itu melampaui 90 tahun diperkirakan sebesar 57 persen. Peluang untuk melewati 86,7 tahun, yang disebut sebagai rekor dunia pada 2012, bahkan mencapai 90 persen.
Hasil tersebut tidak berarti setiap perempuan Korea Selatan akan hidup hingga usia yang sama. Angka itu menggambarkan rata-rata usia harapan hidup berdasarkan proyeksi kondisi kesehatan penduduk pada tahun-tahun mendatang.
Perkiraan dari Gabungan 21 Model
Proyeksi tersebut disusun melalui studi Future life expectancy in 35 industrialised countries: projections with a Bayesian model ensemble di jurnal The Lancet. Penelitian dipimpin Vasilis Kontis dan Majid Ezzati dari Imperial College London bersama Organisasi Kesehatan Dunia.
Para peneliti menggunakan pendekatan Bayesian model ensemble untuk memperkirakan usia hidup di 35 negara industri. Pendekatan itu menggabungkan hasil dari 21 model statistik agar perkiraan tidak bergantung pada satu metode saja.
Majid Ezzati menyebut temuan itu menggeser pandangan lama tentang batas usia hidup manusia. “Belum lama ini, tepatnya sekitar pergantian abad, banyak peneliti percaya bahwa usia harapan hidup tidak akan pernah melampaui 90 tahun,” katanya seperti dikutip inet.detik.com.
Menurut Ezzati, penelitian tersebut menunjukkan kemungkinan batas itu dapat dilewati. Perubahan proyeksi ini menempatkan capaian kesehatan penduduk sebagai isu penting, bukan sekadar persoalan peningkatan layanan bagi lansia.
Mengapa Korea Selatan Menonjol
Kenaikan proyeksi di Korea Selatan dikaitkan dengan serangkaian perbaikan kesehatan publik selama beberapa dekade. Para peneliti tidak menyebut satu kebijakan sebagai penjelasan tunggal atas capaian tersebut.
Gizi yang lebih baik sejak usia dini dinilai membantu memperbaiki kondisi kesehatan sepanjang hidup. Akses layanan kesehatan yang hampir merata melalui National Health Insurance Service juga disebut memberi dampak besar.
Negara ini memiliki tingkat obesitas lebih rendah dibandingkan banyak negara maju. Tekanan darah rata-rata penduduk dinilai lebih baik dan pelayanan kesehatan menjangkau kelompok sosial yang lebih beragam.
Gabungan faktor itu menunjukkan pentingnya investasi kesehatan publik yang bersifat jangka panjang. Pemerataan akses menjadi bagian penting karena manfaat pencegahan dan perawatan dapat dinikmati lebih banyak penduduk.
Kontras dengan Negara Lain
Proyeksi Korea Selatan berada di atas sejumlah negara dengan angka usia hidup tinggi. Perempuan di Jepang, Prancis, dan Spanyol diperkirakan memiliki usia harapan hidup sekitar 88 tahun pada 2030.
| Negara | Proyeksi Usia Harapan Hidup Perempuan pada 2030 |
|---|---|
| Korea Selatan | 90,8 tahun |
| Jepang | Sekitar 88 tahun |
| Prancis | Sekitar 88 tahun |
| Spanyol | Sekitar 88 tahun |
| Amerika Serikat | Sekitar 83,3 tahun |
Amerika Serikat diperkirakan berada lebih rendah, dengan angka sekitar 83,3 tahun. Studi itu mengaitkannya dengan obesitas yang tinggi, belum adanya layanan kesehatan universal, serta tingginya angka kematian ibu dan bayi dan angka pembunuhan.
Usia hidup yang lebih panjang akan menghadirkan tuntutan baru bagi negara dengan populasi menua. Sistem kesehatan dan layanan sosial perlu diperkuat agar kebutuhan penduduk yang hidup lebih lama dapat dipenuhi secara memadai.






