Medali perak dari Asian Games Hangzhou 2022 tidak membuat Samuel Marbun berhenti pada pencapaian tersebut. Atlet wushu Indonesia itu kini membidik emas Asian Games 2026 dan memandang pemusatan latihan di China sebagai kebutuhan penting.
Samuel ingin menguji hasil latihan melalui partner sparing yang memiliki kualitas lebih tinggi. Menurutnya, kesempatan menghadapi lawan kuat diperlukan untuk memastikan teknik dan strategi dapat berjalan dalam suasana pertandingan.
Dari Perak Menuju Target Tertinggi
Samuel tampil pada nomor Sanda kelas 65 kilogram di Asian Games Hangzhou 2022 yang berlangsung pada 2023. Atlet kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara, itu menyumbangkan medali perak bagi Indonesia.
Sebelum tampil di Asian Games, ia telah meraih emas SEA Games pada kelas yang sama. Pencapaian di dua ajang tersebut menjadi dasar bagi Samuel untuk menaikkan target pada kompetisi Asia berikutnya.
| Ajang | Nomor | Medali |
|---|---|---|
| SEA Games | Sanda 65 kilogram | Emas |
| Asian Games Hangzhou 2022 | Sanda 65 kilogram | Perak |
“SEA Games kemarin emas, Asian Games kemarin perak di kelas 65 kilogram Sanda. Mudah-mudahan kita yakin warna silver diganti emas,” kata Samuel Marbun di GBK Arena, Jakarta.
TC China Diharapkan Segera
Samuel menilai persiapan tim nasional sudah memasuki tahap maksimal, tetapi kebutuhan sparing masih menjadi kendala. Ia berharap keberangkatan ke China dapat segera dilakukan agar materi yang telah dilatih bersama pelatih bisa dipraktikkan.
“Persiapan kita sudah memasuki tahap maksimal, namun kita di sini kurang teman sparing sebenarnya. Apa yang kita latih itu kami butuh latih tanding untuk mempraktikkannya. Jadi kami butuh berangkat ke China secepatnya,” ujarnya.
China bukan hanya dipilih sebagai lokasi untuk menambah beban latihan. Negara tersebut juga dianggap dapat memberi pengalaman menghadapi kualitas persaingan yang relevan dengan tantangan di Asian Games.
Samuel menempatkan China sebagai ancaman utama dalam perebutan podium tertinggi. Vietnam dan Filipina juga menjadi negara yang dinilainya perlu diantisipasi pada nomor Sanda kelas 65 kilogram.
Upaya Mengejar Persiapan
Program menuju Asian Games 2026 telah dimulai Samuel sejak awal 2026. Namun, ia sempat menghentikan latihan selama beberapa bulan karena menjalani pendidikan.
Atlet berusia 27 tahun itu kembali menjalani latihan intensif pada Mei. Untuk mengejar ketertinggalan, Samuel menambah porsi latihan di luar program pelatih dan mencari partner sparing secara mandiri.
Langkah tersebut dilengkapi dengan evaluasi atas kekalahan pada final Asian Games sebelumnya. Sport.detik.com melaporkan evaluasi itu berfokus pada teknik serta analisis kelebihan dan kekurangan calon lawan.
“Evaluasi teknik, analisa lawan, jadi cari kelebihan dan kekurangannya kita cocokkan dengan diri sendiri. Kita juga harus yakin dengan teknik,” ucap Samuel.
Disiplin di Luar Arena
Samuel tidak hanya mengandalkan peningkatan latihan untuk menjaga peluang meraih emas. Ia menilai kepatuhan terhadap arahan pelatih, pola istirahat, makan, dan tidur menjadi bagian penting dari persiapan.
Keyakinan terhadap teknik juga disebutnya sebagai modal untuk menghadapi lawan yang lebih kuat. Dengan kebutuhan sparing yang terpenuhi, persiapan Wushu Indonesia diharapkan dapat memasuki tahap yang lebih kompetitif menjelang Asian Games 2026.






