Setelah 90 Hari, Pemilik BEV Merasakan Kepuasan yang Sulit Dikejar ICE

Setelah 90 hari penggunaan, pemilik BEV tercatat lebih puas terhadap kendaraan mereka dibanding pemilik mobil bensin. Studi APEAL 2026 menemukan keunggulan paling lebar pada sistem penggerak, dengan jarak mencapai 109 poin atas ICE.

Temuan itu menyoroti perubahan penilaian yang terjadi setelah kendaraan digunakan dalam keseharian. Daya tarik kendaraan listrik terlihat bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada rasa nyaman dan karakter saat dikemudikan.

Studi yang dilakukan JD Power di Amerika Serikat ini mengukur seberapa besar pemilik menyukai kendaraan baru mereka. Fokusnya berbeda dari survei reliabilitas yang biasanya menghitung gangguan atau kerusakan kendaraan.

APEAL menilai pengalaman pemilik dari berbagai sisi yang mereka hadapi saat memakai mobil. Sebanyak 37 atribut dievaluasi untuk memetakan elemen yang paling kuat membentuk kesan positif.

Dari Kursi Pengemudi hingga Pedal Akselerator

Penilaian responden mencakup kenyamanan saat duduk di kursi pengemudi. Mereka juga menilai sensasi yang muncul ketika pedal akselerator ditekan.

Desain, respons kendaraan, dan karakter berkendara menjadi bagian dari cakupan survei. Rangkaian aspek tersebut menjelaskan mengapa sistem penggerak menjadi pembeda besar antara kendaraan listrik dan kendaraan bensin.

Temuan UtamaNilaiPerbandingan
Kenaikan skor kepuasan BEV22 poinDari periode sebelumnya
Keunggulan sistem penggerak109 poinBEV atas ICE
Jumlah pemilik yang disurvei78.514Kendaraan baru model 2026
Waktu penggunaan90 hariSebelum survei dilakukan

BEV juga menjadi kategori kendaraan dengan peningkatan skor tahunan paling tinggi. Kenaikan 22 poin membuat kendaraan listrik baterai itu melampaui ICE dalam hampir seluruh kategori yang dinilai.

Jumlah responden dalam studi APEAL 2026 mencapai 78.514 pemilik kendaraan baru model 2026. Kendaraan yang masuk survei terdaftar pada Maret 2025 hingga Februari 2026.

Survei Dilakukan Selama Hampir Setahun

Pengumpulan survei berlangsung dari Juni 2025 sampai Mei 2026 di Amerika Serikat. Periode tersebut digunakan untuk menangkap penilaian pemilik setelah mereka memiliki waktu beradaptasi dengan kendaraan baru.

Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa pengalaman penggunaan beberapa bulan dapat memengaruhi pandangan konsumen terhadap teknologi kendaraan. Kepuasan yang terbentuk setelah pembelian berpotensi menjadi dasar bagi keputusan pembelian selanjutnya.

Menurut laporan Liputan6.com, pengemudi kendaraan listrik disebut cenderung kembali memilih kendaraan listrik ketika mengganti mobil. Kecenderungan tersebut dapat terkait dengan penilaian tinggi terhadap respons dan karakter berkendara motor listrik.

Tantangan bagi Kendaraan Bermesin Bensin

Keunggulan 109 poin pada sistem penggerak menunjukkan adanya perbedaan pengalaman yang cukup tajam di mata pemilik. Bagi kendaraan ICE, hasil ini menjadi pengingat bahwa daya tarik kendaraan tidak hanya ditentukan oleh fungsi dasarnya.

Bagi industri yang bergerak menuju elektrifikasi, kepuasan pemilik menjadi nilai tambah yang penting. Kemampuan kendaraan memberikan kenyamanan dan pengalaman berkendara yang disukai dapat membantu mempertahankan pengguna BEV dalam jangka berikutnya.

Studi APEAL 2026 pada akhirnya memperlihatkan bahwa penerimaan terhadap kendaraan listrik berjalan melalui pengalaman nyata pemilik. Setelah fase ketertarikan awal berlalu, kesan selama pemakaian tetap menjadi faktor yang menentukan.

Baca Juga