Analis Membaca Peluang Emas ke US$ 5.800, Inflasi AS dan Iran Mengubah Arah

Para analis memperkirakan puncak harga emas pada semester kedua 2026 dapat berada di kisaran US$ 4.872 hingga US$ 5.800 per troy ounce. Peluang menuju batas atas rentang itu bergantung pada perkembangan inflasi Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah.

Iran menjadi perhatian khusus bagi lima analis dalam survei pertengahan tahun London Bullion Market Association atau LBMA. Faktor geopolitik tersebut dipandang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap emas pada sisa 2026.

Pasar Menunggu Arah Kebijakan The Fed

Selain situasi Timur Tengah, kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi fokus terbesar para responden. Sebagian besar analis mencermati langkah Federal Reserve, khususnya di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh.

Perhatian terhadap The Fed berkaitan erat dengan perkembangan inflasi AS. Pasar menilai dua faktor ini dapat menentukan seberapa kuat emas mempertahankan kenaikannya hingga akhir tahun.

LBMA mencatat daftar penggerak harga secara umum tidak berubah signifikan dibandingkan awal tahun. Namun, bobot perhatian analis kini lebih besar pada kebijakan Federal Reserve dan inflasi AS.

Konsensus Akhir Tahun di US$ 4.500

Survei LBMA yang dirilis Kamis, 13 Agustus 2026, melibatkan 16 analis profesional. Konsensus mereka menempatkan harga emas pada US$ 4.500 per troy ounce pada akhir 2026.

Rata-rata proyeksi harga untuk keseluruhan 2026 berada di US$ 4.604 per troy ounce. Angka tersebut sekitar 38 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga emas pada 2025.

IndikatorNilaiPeriode
Konsensus akhir tahunUS$ 4.500 per troy ounceAkhir 2026
Rata-rata proyeksiUS$ 4.604 per troy ounceSepanjang 2026
Rata-rata harga aktualUS$ 4.595,75 per troy ounceTujuh bulan pertama 2026
Rentang proyeksi analisUS$ 3.879–US$ 5.100 per troy ounce2026

Harga Aktual Sudah Melampaui Konsensus Akhir Tahun

Rata-rata harga emas selama tujuh bulan pertama 2026 tercatat US$ 4.595,75 per troy ounce. Nilai itu sudah berada di atas konsensus US$ 4.500 per troy ounce untuk akhir tahun.

Posisi harga aktual tersebut juga hanya sekitar US$ 135 di bawah proyeksi rata-rata sepanjang 2026 yang disusun 28 analis dalam survei LBMA pada Januari. LBMA menilai kondisi ini menunjukkan ekspektasi pasar mulai selaras dengan kenyataan pergerakan harga.

Meski demikian, selisih proyeksi terendah dan tertinggi tetap luas. Analis memasang batas bawah US$ 3.879 per troy ounce dan batas atas US$ 5.100 per troy ounce untuk 2026.

Bank Sentral Masih Dipantau

Pembelian emas oleh bank sentral tetap masuk daftar faktor yang diperhatikan pasar. Namun, hanya satu analis yang secara khusus menempatkan aksi beli tersebut sebagai pendorong utama pergerakan harga.

Perbedaan fokus itu memperlihatkan bahwa perhatian utama pasar saat ini lebih banyak tertuju pada geopolitik, inflasi AS, dan keputusan suku bunga. Ketiga aspek tersebut dapat menentukan apakah harga emas mendekati proyeksi puncak semester kedua atau bergerak ke arah lain.

Pembaruan pertengahan tahun LBMA menjadi penanda bahwa pasar masih melihat prospek penguatan emas, tetapi tanpa kepastian arah tunggal. Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan faktor global yang sedang diawasi analis.

Baca Juga