Pelita direncanakan menjadi bagian dari Garuda Indonesia dalam konsolidasi maskapai BUMN yang didorong BP BUMN dan Danantara. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan grup menghadapi kompetisi di pasar domestik maupun regional.
Garuda Indonesia akan ditempatkan sebagai holding maskapai nasional dalam susunan yang sedang disiapkan. Dengan struktur tersebut, Garuda Group diharapkan memiliki kapasitas lebih besar untuk menjalankan strategi bisnis dan menguasai pasar.
Arah Konsolidasi Maskapai BUMN
Rencana penguatan holding dibahas Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama jajaran direksi Pelita pada Kamis, 23 Juli 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari percepatan transformasi BUMN di sektor penerbangan.
Dony kemudian menjelaskan susunan tersebut melalui unggahan Instagram yang dikutip Medcom pada Kamis, 24 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa Garuda akan memimpin struktur grup, sedangkan Pelita akan berada di dalamnya.
“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Dony. Pernyataan ini menunjukkan bahwa konsolidasi dirancang sebagai penguatan grup, bukan sekadar perubahan administrasi perusahaan.
| Perusahaan | Kedudukan | Tujuan Penguatan |
|---|---|---|
| Garuda Indonesia | Holding maskapai BUMN | Memimpin Garuda Group |
| Pelita | Bagian dari Garuda Group | Mendukung konsolidasi maskapai nasional |
Efisiensi Tidak Lepas dari Analisis Rute
Penguatan grup akan bergantung pada kemampuan mengelola kegiatan penerbangan secara terukur. Dony menilai industri ini membutuhkan keputusan cepat karena kondisi operasional dapat berubah dari hari ke hari, bahkan menit ke menit.
Setiap penerbangan harus diperiksa dari sisi keuntungan, kerugian, rute, dan konektivitasnya. Analisis tersebut menjadi penting agar konsolidasi dapat mendukung operasi yang lebih efisien dan tepat sasaran.
“Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” kata Dony.
Fokus pada rute memperlihatkan tantangan yang akan dihadapi grup setelah struktur perusahaan diperkuat. Kinerja tidak hanya ditentukan oleh skala grup, melainkan juga ketepatan mengelola setiap perjalanan yang dijalankan.
Layanan Penumpang Masuk Agenda Utama
Konsolidasi juga membawa agenda peningkatan standar layanan di seluruh tahapan perjalanan penumpang. BP BUMN dan Danantara menyiapkan pembenahan sejak proses sebelum terbang, selama penerbangan, hingga setelah tiba di tujuan.
Area yang akan diperkuat mencakup integrasi penjualan tiket dan peningkatan mutu lounge. Pengalaman di kabin, standar pelayanan awak pesawat, serta kualitas katering juga masuk dalam perhatian.
Program loyalitas pelanggan dan pengembangan sumber daya manusia turut menjadi bagian dari agenda tersebut. Rangkaian pembenahan ini ditujukan untuk memperkuat pengalaman penumpang secara menyeluruh di dalam Garuda Group.
Dengan Pelita berada dalam grup yang sama, konsolidasi diharapkan memperkuat posisi maskapai sebagai pilihan masyarakat Indonesia. Penguatan itu juga diarahkan untuk menjadikan Garuda Group salah satu pemain utama dalam persaingan regional.






