Dari Knalpot ke Rantai Pasok, Pelindo Periksa 100 Truk Peti Kemas di Surabaya

Pelindo mengarahkan perhatian pada emisi gas buang 100 truk peti kemas yang beroperasi di kawasan pelabuhan Surabaya. Langkah itu dilakukan untuk mendorong rantai pasok yang lebih ramah lingkungan tanpa mengabaikan kebutuhan kelancaran angkutan barang.

Truk peti kemas memiliki peran penting sebagai penghubung antara terminal dan kawasan hinterland. Karena digunakan secara intensif, kondisi mesin serta sistem pembakaran kendaraan menjadi bagian dari perhatian operasional pelabuhan.

Uji Emisi Tidak Hanya Mengukur Knalpot

Kegiatan bertajuk “Merdeka dari Emisi” mencakup pengukuran polutan dari knalpot sekaligus edukasi kepada pemilik armada dan pengemudi. Edukasi tersebut menekankan perlunya perawatan mesin secara berkala untuk menjaga kondisi kendaraan.

PT Pelindo Terminal Petikemas menyatakan hasil pengujian dapat membantu pemilik kendaraan mengetahui kondisi teknis armada. Data pemeriksaan dapat menjadi dasar awal untuk evaluasi dan pemeliharaan ketika parameter emisi belum memenuhi ketentuan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan program ini merupakan langkah preventif bagi ekosistem logistik yang lebih bersih. Ia menilai perawatan mesin yang baik dapat mendukung pengendalian emisi, efisiensi kerja, dan keandalan angkutan peti kemas.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran terhadap kondisi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong pengguna jasa dan mitra transportasi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aspek lingkungan dalam kegiatan operasional,” kata Widyaswendra.

Jadwal Pemeriksaan di Surabaya

PT Pelindo Terminal Petikemas menggelar program ini bersama Pelindo Regional 3. Dinas Perhubungan Kota Surabaya juga terlibat untuk menjalankan pemeriksaan teknis serta verifikasi kelayakan emisi kendaraan.

Lokasi PemeriksaanTanggalTarget Kendaraan
Terminal Teluk Lamong13 Agustus 2026Truk peti kemas
Terminal Petikemas Surabaya18 Agustus 2026Truk peti kemas

Pemeriksaan pertama dilakukan di Terminal Teluk Lamong, sebelum dilanjutkan ke Terminal Petikemas Surabaya. Target pemeriksaan pada dua lokasi itu mencapai 100 unit armada angkutan peti kemas.

Program tersebut turut menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Pelaksanaannya juga dikaitkan dengan dukungan Pelindo terhadap SDGs Nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim.

Pengemudi Menyebut Pemeriksaan Tidak Menghambat Kerja

Ahmad Basuni, pengemudi truk peti kemas yang telah bekerja selama sembilan tahun, menilai proses uji emisi berlangsung sederhana. Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak memerlukan waktu lama sehingga tidak mengganggu alur kerja.

“Proses uji emisinya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama,” ujar Ahmad. Ia juga memandang pemeriksaan rutin dapat membantu pengemudi memahami kondisi emisi kendaraan yang dibawanya.

Pelindo Regional 3 dan PT Pelindo Terminal Petikemas mendorong operator serta perusahaan angkutan memperkuat kepatuhan lingkungan. Dorongan itu diarahkan untuk menciptakan kegiatan logistik pelabuhan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga