Pendapatan Menurun, Laba Gudang Garam Justru Naik Tajam hingga Rp2,97 Triliun

Gudang Garam mencatat pendapatan yang menurun pada semester I-2026, tetapi laba bersihnya justru melonjak tajam menjadi Rp2,97 triliun. Kinerja itu berbanding terbalik dengan pergerakan saham GGRM yang terkoreksi hampir 11 persen dalam tiga hari perdagangan.

Pendapatan perseroan turun dari Rp44,36 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp41,17 triliun pada semester I-2026. Meski demikian, penurunan biaya pokok penjualan membuat profitabilitas perusahaan meningkat secara signifikan.

Biaya Produksi Turun Lebih Dalam

Biaya pokok penjualan Gudang Garam tercatat Rp35,19 triliun dalam enam bulan pertama 2026. Angka itu lebih rendah dibandingkan Rp40,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan biaya tersebut mengangkat laba bruto menjadi Rp5,98 triliun. Pada semester I-2025, laba bruto perseroan masih berada di level Rp3,78 triliun.

Pos KeuanganSemester I-2025Semester I-2026Perubahan
PendapatanRp44,36 triliunRp41,17 triliunTurun
Biaya pokok penjualanRp40,58 triliunRp35,19 triliunTurun
Laba brutoRp3,78 triliunRp5,98 triliunNaik
Laba bersihRp117,16 miliarRp2,97 triliunNaik 2.440 persen

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 2.440 persen dari Rp117,16 miliar menjadi Rp2,97 triliun. Laba per saham juga naik dari Rp61 menjadi Rp1.547 pada akhir Juni 2026.

Pasar Merespons dengan Koreksi Harga

Di tengah perbaikan laba tersebut, saham GGRM ditutup di Rp19.575 pada Rabu, 12 Agustus 2026. Harga itu turun 5,32 persen dalam satu hari perdagangan.

Koreksi telah dimulai pada 10 Agustus 2026 dengan penurunan 4,49 persen. Menurut Investor Daily, saham tersebut kembali melemah 0,36 persen pada 11 Agustus sebelum tekanan membesar pada perdagangan berikutnya.

Jika diukur dari harga penutupan Rp21.725 pada Jumat, 7 Agustus 2026, penurunan kumulatif telah mendekati 11 persen. Perdagangan Rabu mencatat jual bersih investor asing sebesar Rp8,29 miliar.

Sebanyak 2,63 juta saham diperdagangkan melalui 5.116 kali transaksi dengan nilai Rp51,96 miliar. Mandiri Sekuritas sebelumnya menetapkan target harga saham GGRM di level Rp19.100.

Posisi Aset dan Liabilitas

Per 30 Juni 2026, total aset Gudang Garam mencapai Rp77,87 triliun. Kas dan setara kas pada periode itu tercatat Rp8,71 triliun.

Total liabilitas perseroan berada di angka Rp13,77 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan laba yang kuat belum otomatis mengubah arah perdagangan saham dalam jangka pendek.

Baca Juga