Peringatan Tsunami Dicabut, Pelayaran Labuan Bajo Dibuka saat Bandara NTT Diperiksa

Pelayaran di Labuan Bajo kembali dibuka setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami yang menyusul gempa bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pembukaan dilakukan setelah dermaga dan terminal penumpang dinyatakan dapat digunakan dengan aman.

Sebelumnya, sejumlah perjalanan wisata sempat dibatalkan sebagai dampak gempa dan peringatan dini tersebut. Pengelola transportasi menempatkan keselamatan penumpang, awak, serta petugas sebagai pertimbangan utama saat layanan dibuka kembali.

Labuan Bajo Mengalami Retakan Fasilitas

Meski pelayaran kembali berjalan, sejumlah fasilitas di Pelabuhan Labuan Bajo tercatat mengalami kerusakan. Retakan ditemukan pada kantor, terminal penumpang Pelabuhan Marina, dan bagian dermaga.

Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo juga mengalami retakan pada tembok kantor dan gudang. Pemeriksaan serta pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan layanan transportasi berjalan sesuai standar keselamatan.

PelabuhanDampak GempaStatus Awal
Labuan BajoRetakan pada kantor, terminal, dermaga, dan gudangPelayaran dibuka kembali
Laurentius Say/MaumereBagian dermaga dan terminal penumpang robohArea dan kapal diamankan
MarapokotCauseway dan dermaga turun elevasi, pagar runtuhKerusakan fasilitas dilaporkan

Kerusakan terberat pada sektor laut terjadi di Pelabuhan Laurentius Say atau Maumere. Sebagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh ketika KM Bukit Siguntang sedang bersandar.

Petugas kemudian mengamankan kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta kawasan pelabuhan yang terdampak. Dermaga menjadi perhatian karena fasilitas itu penting bagi aktivitas kapal dan pergerakan penumpang.

Di Pelabuhan Marapokot, causeway dan dermaga eksisting mengalami penurunan elevasi. Pagar pembatas di lokasi tersebut juga dilaporkan runtuh.

Pelabuhan Reo, Ende, dan Waingapu turut mengalami kerusakan ringan hingga sedang, menurut informasi yang dikutip finance.detik.com. Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman dan tidak mengalami kerusakan.

Lima Bandara Dalam Pemeriksaan

Gempa juga berdampak pada lima bandara di NTT, yaitu Bandara Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Frans Sales Lega di Ruteng, dan Soa di Bajawa. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menurunkan personel untuk memeriksa fasilitas dan memantau operasional.

Laporan awal mencakup retakan pada terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung. Bandara Soa mengalami kerusakan sedang pada runway, bangunan, dan fasilitas pendukung, dengan retakan baru ditemukan di sejumlah titik.

BandaraLokasiStatus Awal
Bandara KomodoLabuan BajoDilaporkan terdampak
Bandara H. Hasan AroeboesmanEndeDilaporkan terdampak
Bandara Umbu Mehang KundaWaingapuDilaporkan terdampak
Bandara Frans Sales LegaRutengDilaporkan terdampak
Bandara SoaBajawaKerusakan sedang pada runway dan fasilitas

Navigasi Berjalan dari Lokasi Aman

Unit pelayanan navigasi di Cabang Pembantu Labuan Bajo dan Ende, serta unit Maumere, Bajawa, dan Ruteng, turut terdampak. Pada lokasi dengan gedung tower yang mengalami dampak, pelayanan navigasi dijalankan sementara dari tempat yang lebih aman.

Kementerian Perhubungan menyiapkan rencana darurat untuk menjaga keselamatan dan kesinambungan layanan navigasi penerbangan. Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi di lokasi terdampak dilaporkan selamat.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Sabtu (15/8/2026) menyebut pemeriksaan lapangan masih berlanjut. Tindak lanjut pada tiap bandara dan fasilitas pendukung akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.

Baca Juga