Bukan Sekadar Kelelahan, Pegal Setelah Panjat Pinang Dapat Tertunda hingga 72 Jam

Pegal setelah panjat pinang, balap karung, atau tarik tambang bukan selalu rasa lelah yang langsung dirasakan saat perlombaan. Keluhan dapat datang secara tertunda dan mencapai tingkat paling kuat hingga 72 jam setelah tubuh melakukan aktivitas fisik.

Situasi tersebut dapat terjadi pada peserta yang jarang berolahraga lalu mendadak menggunakan tenaga besar. Tubuh juga dapat memberikan respons serupa saat harus melakukan pola gerak yang jauh berbeda dari aktivitas harian.

DOMS Dapat Muncul Setelah Acara Usai

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital, dr Oryza Satria, SpOT(K), mengaitkan keluhan ini dengan Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS. Kondisi tersebut merujuk pada nyeri otot yang timbul beberapa waktu setelah aktivitas fisik dilakukan.

Peserta lomba dapat merasa baik-baik saja ketika kegiatan masih berlangsung, tetapi mulai pegal beberapa jam sesudahnya. Keluhan sering menjadi paling terasa dalam kurun 24 hingga 72 jam, sehingga dapat muncul saat tubuh sudah kembali menjalani aktivitas biasa.

TahapanRentang Waktu
Nyeri mulai dirasakanBeberapa jam setelah aktivitas
Keluhan paling kuat24-72 jam kemudian
Pemulihan pegal biasaDalam beberapa hari

Pola ini menjelaskan mengapa sebagian orang baru mengalami rasa kaku dan nyeri ketika bangun keesokan hari. Pegal yang tertunda dapat terasa lebih mengganggu karena muncul setelah euforia perlombaan selesai.

Beban Fisik Tidak Sama bagi Setiap Peserta

Panjat pinang dan tarik tambang dapat menuntut banyak tenaga sekaligus melibatkan kelompok otot yang mungkin jarang digunakan. Balap karung serta estafet kelereng juga dapat membuat tubuh menjalankan gerakan berulang yang tidak biasa dilakukan dalam rutinitas.

Besarnya keluhan tidak hanya bergantung pada berapa lama perlombaan berlangsung. Tubuh yang tidak terbiasa dengan aktivitas berat dapat lebih mudah mengalami pegal ketika beban fisik meningkat secara mendadak.

Perbedaan kemampuan dan kebiasaan aktivitas membuat respons tubuh tiap peserta dapat tidak sama. Seseorang yang rutin bergerak belum tentu merasakan keluhan dengan tingkat yang sama seperti peserta yang jarang melakukan olahraga.

Peradangan Ringan dan Sensitivitas Nyeri

Menurut dr Oryza, pemahaman terbaru mengenai DOMS berkaitan dengan stres mekanik pada otot serta jaringan di sekitarnya. Stres tersebut dapat memicu reaksi peradangan ringan yang menjadikan saraf nyeri lebih sensitif.

“Konsep terbaru mengatakan bahwa DOMS berkaitan stres mekanik pada otot dan jaringan di sekitarnya, yang memicu reaksi peradangan ringan dan membuat saraf nyeri menjadi lebih sensitif,” kata dr Oryza kepada health.detik.com. Dengan demikian, keluhan pascalomba berkaitan dengan respons tubuh terhadap tekanan fisik yang tidak biasa.

Tidur Cukup dan Hidrasi untuk Pemulihan

Pemulihan pegal biasa dapat dibantu dengan tidur yang cukup serta memenuhi kebutuhan hidrasi. Setelah aktivitas berat, tubuh juga disarankan kembali bergerak secara ringan dan bertahap, bukan langsung menjalani beban fisik tinggi lagi.

Dr Oryza menyatakan istirahat total tidak diperlukan untuk keluhan pegal biasa. “Tidak perlu bed rest total. Kalau hanya pegal biasa, tubuh umumnya akan pulih dalam beberapa hari,” ujarnya.

Memberi waktu pemulihan sambil mengatur aktivitas secara perlahan menjadi langkah yang dapat dilakukan setelah mengikuti perlombaan. Pendekatan ini membantu tubuh menyesuaikan diri kembali setelah menghadapi penggunaan tenaga yang lebih berat dari kebiasaan.

Baca Juga