Bukan Hanya Pilot, 2.840 Awak Kabin Malaysia Airlines Mulai Diperiksa Narkoba

Sekitar 2.840 awak kabin Malaysia Airlines akan menjalani pemeriksaan narkoba mulai 18 Agustus 2026. Program ini dijadwalkan berakhir pada 3 September 2026 sebagai kelanjutan pengawasan yang diperluas Malaysia Aviation Group (MAG).

Perluasan pemeriksaan dilakukan setelah seluruh pilot Malaysia Airlines menyelesaikan tes dengan hasil negatif. MAG menyatakan tahap pilot penting, tetapi tidak menjadi akhir dari langkah penguatan pengawasan operasional.

Pemeriksaan awak kabin menjadi bagian dari penerapan standar yang lebih luas di maskapai-maskapai dalam grup. MAG juga menyiapkan penerapan standar serupa untuk kelompok operasional lain.

Tahap Pemeriksaan di Dalam Grup

Maskapai atau KelompokCakupanStatus Pemeriksaan
Malaysia Airlines, pilotSeluruh pilotSeluruh hasil negatif narkoba
Malaysia Airlines, awak kabinSekitar 2.840 awak kabin18 Agustus sampai 3 September 2026
Firefly, pilot dan awak kabin158 pilot dan 163 awak kabinLebih dari separuh diperiksa, seluruh hasil negatif

Presiden sekaligus Group Chief Executive Officer MAG, Captain Nasaruddin A Bakar, menyebut rampungnya tes bagi pilot sebagai tonggak penting. Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan tertulis pada Senin, 17 Agustus 2026.

“Penyelesaian tahap pertama ini merupakan tonggak penting dalam langkah-langkah yang telah kami komitmenkan untuk dilaksanakan. Namun, pekerjaan tidak berhenti di sini,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menegaskan keselamatan menjadi inti dari setiap keputusan yang diambil MAG. Perusahaan akan terus memperkuat perlindungan, menjaga standar operasional, serta mempertahankan kepercayaan penumpang dan pemangku kepentingan.

Kebijakan pemeriksaan menyeluruh ini muncul setelah kasus yang melibatkan seorang pilot Malaysia Airlines di Indonesia. Pilot tersebut ditangkap di Jakarta pada 28 Juli 2026 ketika tiba dari Kuala Lumpur.

Otoritas Indonesia menemukan 26 kilogram MDMA di dalam koper pilot tersebut. Menurut kantor bea cukai Indonesia, tes urine pilot itu juga menunjukkan adanya pengaruh kokain dan metamfetamina.

Temuan itu mendorong MAG memperketat pengawasan terhadap personel penerbangan. Perusahaan kemudian menjadikan pemeriksaan seluruh pilot sebagai tahap pertama dari program yang lebih luas.

Firefly Menargetkan Penyelesaian pada Agustus

Langkah pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada Malaysia Airlines. Firefly, maskapai penerbangan jarak pendek yang berada dalam grup MAG, juga telah menjalankan tes untuk pilot dan awak kabinnya.

Lebih dari separuh dari 158 pilot dan 163 awak kabin Firefly telah diperiksa. MAG menyatakan seluruh hasil yang telah diperoleh pada tahap tersebut negatif narkoba.

Firefly menargetkan pemeriksaan terhadap seluruh personel yang tersisa rampung pada 25 Agustus 2026. Selain Malaysia Airlines dan Firefly, MAG juga mengoperasikan Amal untuk layanan ibadah haji.

Dengan pemeriksaan yang berjalan pada sejumlah unit operasional, MAG berupaya menjaga konsistensi standar di dalam grup. Tahap awak kabin Malaysia Airlines kini menjadi fokus berikutnya setelah seluruh pilot dinyatakan negatif.

Baca Juga