PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia atau BSI menjalankan skema bullion bank dalam ekosistem bank emas nasional. Melalui pengelolaan tersebut, 153 ton emas telah masuk ke dalam ekosistem domestik dengan nilai sekitar Rp360 triliun.
Angka itu setara kurang lebih US$20 miliar. Presiden Prabowo Subianto menilai kekayaan emas tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi Indonesia, bukan hanya menjadi hasil kegiatan pertambangan.
Pengelolaan emas oleh dua lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kekayaan nasional di dalam negeri. Bank emas juga diproyeksikan dapat menjadi fondasi kekuatan ekonomi baru yang diperhitungkan secara global dalam beberapa tahun mendatang.
Nilai Emas yang Dihimpun
Prabowo menyampaikan nilai pengelolaan emas itu saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pemaparannya, ia menyoroti besarnya nilai logam mulia yang telah dikelola melalui ekosistem tersebut.
“Nilai sekitar Rp 360 triliun atau sekitar US$ 20 miliar,” ungkap Prabowo. Data mengenai pelaksanaan skema bullion bank oleh Pegadaian dan BSI juga dilaporkan Investor Daily.
| Data Pengelolaan | Nilai atau Keterangan |
|---|---|
| Emas yang dikelola | 153 ton |
| Nilai pengelolaan | Sekitar Rp360 triliun atau kurang lebih US$20 miliar |
PT Pegadaian dan BSI menjadi dua lembaga yang menangani skema bullion bank dalam ekosistem nasional tersebut. Pengelolaan ini menempatkan emas sebagai aset yang dapat berperan dalam aktivitas finansial di dalam negeri.
Target Nilai Tambah bagi Indonesia
Pemerintah ingin emas tidak hanya diambil dari perut bumi, tetapi juga diperdagangkan secara aktif pada pasar finansial domestik. Langkah itu diarahkan agar komoditas mineral dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia.
“Kita ingin emas tidak hanya ditambang di negeri ini tetapi juga diperdagangkan dan memberi nilai tambah (ekonomi) pada negeri kita,” ucap Prabowo. Pernyataan tersebut menegaskan perdagangan emas sebagai bagian dari pemanfaatan kekayaan mineral nasional.
Prabowo meyakini nilai pengelolaan emas melalui ekosistem bank emas masih dapat meningkat pada tahun mendatang. Ia menautkan pertumbuhan aset itu dengan kebutuhan untuk memperkuat tabungan dan pembiayaan nasional.
“Saya percaya di tahun mendatang juga akan meningkat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan pembiayaan dan perekonomian Indonesia,” kata Prabowo.
Bagian dari Arah Pertumbuhan Ekonomi
Dalam pidato yang sama, Prabowo turut membahas target laju ekonomi Indonesia pada akhir 2026. Ia memperkirakan pertumbuhan nasional dapat mencapai 6 persen, sementara target resmi pemerintah berada pada 5,4 persen.
Menurut Prabowo, pencapaian pertumbuhan tersebut membutuhkan kebijakan yang tepat, rasional, dan menggunakan akal sehat. Pengelolaan kekayaan domestik, termasuk emas, menjadi salah satu isu yang disorot dalam arah penguatan ekonomi nasional.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6%,” pungkasnya. Pemerintah menargetkan kekayaan yang berasal dari Indonesia dapat memperluas dukungan bagi pembiayaan dan aktivitas ekonomi di dalam negeri.
Ekosistem bank emas menempatkan Pegadaian dan BSI sebagai pelaksana pengelolaan logam mulia bernilai besar tersebut. Arah kebijakan pemerintah adalah memastikan emas Indonesia memberi manfaat ekonomi yang lebih besar setelah ditambang.






