Pandangan kabur ketika baru bangun dan kesemutan pada tangan atau kaki dapat menjadi keluhan yang sering dianggap sepele. Bila terjadi berulang, terutama bersama rasa lemas, mulut kering, dan sering buang air kecil, keadaan ini dapat berkaitan dengan diabetes.
Gula darah yang tidak terkontrol dapat memengaruhi saraf tepi dan memicu neuropati diabetik. Keluhan berupa kesemutan atau mati rasa karena itu perlu diperhatikan, khususnya bila muncul terus-menerus pada pagi hari.
Perubahan Gula Darah Dapat Memengaruhi Mata
Penglihatan yang mendadak sulit fokus dapat muncul saat pagi maupun siang hari. Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan mengubah kondisi lensa mata, sehingga pandangan menjadi kabur.
Keluhan tersebut dapat menyertai kondisi tubuh yang cepat lemas walaupun asupan makan dirasa cukup. Glukosa yang tidak digunakan secara optimal akibat insulin tidak mencukupi atau tidak bekerja baik membuat tubuh kekurangan energi.
Diabetes sering tidak langsung dikenali karena tanda awalnya menyerupai keluhan sehari-hari. Sebagian orang baru memahami kondisinya setelah gula darah meningkat atau komplikasi mulai terjadi.
Gangguan Tidur yang Berawal dari Urine Berlebih
Sering terbangun untuk buang air kecil pada malam hari merupakan salah satu keluhan yang cukup umum saat gula darah tinggi. Ginjal akan bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine, termasuk ketika tubuh seharusnya beristirahat.
Proses ini menyebabkan lebih banyak cairan keluar dari tubuh dan memicu rasa haus. Seseorang dapat terbangun untuk berkemih, merasa haus, minum, lalu kembali ingin ke kamar mandi.
Mulut kering saat bangun tidur dapat terjadi dalam siklus tersebut. Kulit kering dan gatal juga dapat dirasakan, terutama pada area lipatan tubuh seperti leher dan ketiak.
Prediabetes Menjadi Fase yang Harus Dipantau
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes dr Herry Nursetiyanto menyebut diabetes umumnya didahului oleh prediabetes. Kondisi itu belum disebut diabetes, tetapi dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 jika tidak dicegah.
| Kondisi | Kadar Gula Darah Puasa | Keterangan |
|---|---|---|
| Prediabetes | 100-125 mg/dL | Berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2. |
| Diabetes | Lebih dari 126 mg/dL | Menjadi dasar penetapan diabetes menurut dr Herry. |
“Pada tahap ini, kadar gula darah puasa berada di angka 100 hingga 125 mg/dL. Belum dikatakan diabetes, tapi jika tidak dicegah bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2,” ujar dr Herry melalui laman resmi Mayapada Hospital, sebagaimana dikutip Beritasatu.
Pemeriksaan Dianjurkan bagi Kelompok Berisiko
Riwayat diabetes dalam keluarga, kelebihan berat badan, aktivitas fisik yang kurang, pola makan tinggi gula dan lemak, serta tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes. Pemeriksaan gula darah berkala semakin penting bila seseorang memiliki beberapa faktor risiko tersebut.
Konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan bila haus berlebihan, buang air kecil meningkat, lemas, pandangan kabur, atau kesemutan tidak kunjung membaik. Pemeriksaan dapat meliputi tes gula darah puasa, HbA1c, maupun tes toleransi glukosa.
Diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda melalui perubahan gaya hidup. Menjaga berat badan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan membatasi gula berlebih dapat membantu mengendalikan risiko penyakit jantung, gagal ginjal, serta gangguan penglihatan.






