Pagar yang selama ini memisahkan Gibraltar dan Spanyol resmi dibongkar total pada Rabu (15/7/2026). Perubahan ini menandai berakhirnya salah satu tarik-ulur paling panjang dalam hubungan pasca-Brexit di Eropa selatan.
Mulai tengah malam, warga dapat melintas dua arah tanpa perbatasan fisik antara La Linea de Concepcion dan Gibraltar. Bagi ribuan orang yang setiap hari bergantung pada lintasan itu, kebijakan baru ini langsung menyentuh urusan kerja, keluarga, dan mobilitas harian.
Dampak Langsung bagi Warga Perbatasan
Gibraltar memiliki sekitar 38.000 penduduk dan berada di ujung selatan Semenanjung Iberia. Wilayah ini juga sangat bergantung pada pekerja harian dari Spanyol, dengan sekitar 15.000 warga Spanyol melintas setiap hari dan membentuk hampir separuh tenaga kerja Gibraltar.
Tanpa pembukaan ini, wilayah tersebut berisiko menghadapi pemeriksaan paspor penuh di perbatasan darat. Kondisi itu dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ekonomi dan memperberat rutinitas warga yang terbiasa keluar-masuk untuk bekerja atau menemui keluarga.
Kesepakatan yang Baru Tuntas Setelah Bertahun-tahun
Kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris baru difinalisasi setelah proses yang panjang. Setelah Inggris keluar dari Uni Eropa pada 2020, status Gibraltar sempat menggantung dan perundingan tentang lalu lintas orang serta barang berjalan tersendat.
Kerangka kesepakatan tercapai pada 2025, lalu perjanjian resmi ditandatangani pada Selasa sebelum pagar itu benar-benar dibongkar. Menteri Inggris untuk Urusan Eropa, Amerika Utara, dan Wilayah Seberang Laut, Stephen Doughty, menyebut perjanjian itu menjamin kepentingan dan masa depan ekonomi Gibraltar dalam jangka panjang.
| Aspek | Rincian | Dampak |
|---|---|---|
| Pekerja lintas batas | Sekitar 15.000 warga Spanyol | Hampir separuh tenaga kerja Gibraltar |
| Pergerakan warga | Bebas tanpa perbatasan fisik | Lebih mudah untuk kerja dan urusan pribadi |
| Pemeriksaan masuk-keluar | Pengawasan bersama di bandara dan pelabuhan | Orang yang masuk dan keluar tetap terpantau |
Masuk ke Schengen, tetapi Sengketa Masih Ada
Dalam praktiknya, kesepakatan ini membawa Gibraltar ke dalam kawasan bebas perjalanan Schengen milik Uni Eropa. Pemeriksaan terhadap orang yang masuk dan keluar melalui bandara serta pelabuhan Gibraltar akan dilakukan bersama oleh petugas perbatasan Inggris dan Spanyol, mirip pengaturan di stasiun Eurostar di London dan Paris.
Namun, pembukaan pagar tidak mengakhiri sengketa kedaulatan. Gibraltar diserahkan kepada Inggris pada 1713, sementara Spanyol tetap mempertahankan klaim atas wilayah itu hingga sekarang.
Pada referendum Brexit 2016, sebanyak 96 persen pemilih di Gibraltar memilih tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Bagi wilayah yang juga dikenal sebagai “The Rock” itu, pembongkaran pagar menjadi jalan keluar dari ancaman pembatasan yang lebih ketat.
Pelancong dari negara di luar kawasan Schengen, termasuk Inggris, tetap harus mengikuti Sistem Keluar-Masuk Uni Eropa atau Entry-Exit System. Sistem yang mulai diterapkan di Eropa pada April itu menggantikan stempel paspor dengan pencatatan data biometrik berupa foto dan sidik jari digital.
Benteng Fisik Berganti Benteng Digital
Setelah pagar hilang, otoritas Gibraltar memasang kamera pengenal wajah waktu nyata di titik masuk dan sejumlah lokasi lain di seluruh wilayah tersebut. Pemerintah juga menambah kehadiran polisi serta memperkuat sumber daya untuk bea cukai dan penjaga pantai.
Fabian Picardo, Menteri Utama Gibraltar, menyebut perubahan ini sebagai transformasi besar dalam pengamanan wilayah. Dalam pernyataan kepada RTVE yang dikutip Associated Press, ia mengatakan, “Yang terasa di sini adalah persaudaraan antara kedua masyarakat.”
Picardo juga menggambarkan keadaan baru itu sebagai penggantian benteng fisik dengan benteng digital. Ia menilai kebebasan melintas akan memudahkan warga mengunjungi keluarga, menerima kunjungan kerabat, hingga membawa anak-anak ke pertandingan sepak bola dan kegiatan ekstrakurikuler di dua sisi perbatasan tanpa antrean panjang.
Maros Sefcovic, perwakilan perdagangan Uni Eropa, turut menyambut hasil perundingan tersebut. Ia mengatakan, “Dibutuhkan empat tahun perundingan yang sabar dan rumit, tetapi hasilnya dapat dilihat sendiri. Ada perasaan yang sangat istimewa ketika menyaksikan sebuah pagar dibongkar.”






