Mazda membangun fasilitas perakitan yang dirancang khusus untuk kendaraannya di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pabrik ini tidak memakai shared assembly line dan disiapkan untuk merakit Mazda CX-30 secara lokal.
Model tersebut menjadi produksi awal dengan kapasitas lebih dari 10 ribu unit per tahun melalui operasional dua shift. Fasilitas ini dibangun PT Eurokars Motor Indonesia sebagai agen pemegang merek Mazda di bawah Eurokars.
Standar Mazda Diterapkan dari Lini Produksi
Pabrik Mazda Indonesia memakai peralatan, metode kerja, dan proses produksi yang disusun mengikuti karakteristik kendaraan Mazda. Rancangannya mengacu pada Mazda Global Manufacturing Standards.
Pengaturan tersebut dimulai bahkan sebelum komponen masuk ke lini perakitan. Komponen Completely Knocked Down atau CKD diterima dan dikelola dengan Warehouse Management System.
Setelah melalui pengelolaan gudang, komponen memasuki tahap kitting. Komponen kemudian disalurkan ke setiap stasiun kerja berdasarkan urutan produksi kendaraan.
| Proses | Fungsi |
|---|---|
| Penerimaan CKD | Menerima komponen untuk perakitan |
| Warehouse Management System | Mengelola komponen di gudang |
| Kitting | Menyiapkan komponen untuk lini produksi |
| Assembly Line Control | Mendokumentasikan proses secara digital |
Menurut oto.detik.com, Manufacturing Execution System atau Assembly Line Control mengendalikan aktivitas produksi di fasilitas tersebut. Sistem ini memungkinkan komponen, proses, dan kendaraan tercatat secara digital dengan keterlacakan tinggi.
Pengendalian digital itu digunakan untuk menjaga ketepatan dan konsistensi perakitan. Mazda menempatkan proses tersebut sebagai bagian dari standar manufaktur yang diterapkannya.
Validasi Berlapis Sebelum Mobil Dikirim
Pemeriksaan kualitas tidak berhenti ketika proses perakitan selesai. Setiap kendaraan harus melewati body setting, wheel alignment, serta pengujian dinamis sebelum dikirim kepada pelanggan.
Pabrik ini dilengkapi dedicated test track untuk mensimulasikan berbagai karakter jalan. Mobil selanjutnya menjalani Water Leak Test, Under Body Inspection, Final Inspection, dan Product Audit.
Hasil pemeriksaan akan dievaluasi di Audit Room. Proses validasi tersebut mengacu pada Mazda Quality Index for Customer atau MQIC.
Rincian Fasilitas Perakitan
Pembangunan pabrik membutuhkan investasi sekitar Rp400 miliar. Area fasilitas berdiri di atas lahan seluas 65 ribu meter persegi di Citeureup.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Lokasi | Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat |
| Luas lahan | 65 ribu meter persegi |
| Investasi | Sekitar Rp400 miliar |
| Model awal | Mazda CX-30 |
| Kapasitas | Lebih dari 10 ribu unit per tahun |
Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio mengatakan investasi ini tidak semata ditujukan untuk menghasilkan kendaraan. “Kami ingin memastikan bahwa investasi ini tidak hanya menghadirkan kendaraan berkualitas global, tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pelanggan, masyarakat, dan industri otomotif Indonesia,” ujar Ricky Thio.






