BYD membutuhkan lebih dari 9.000 karyawan baru untuk fasilitas produksinya di China. Operator umum ditawarkan gaji awal mulai 5.000 yuan per bulan, sedangkan teknisi senior berpeluang memperoleh hingga 20.000 yuan.
Rekrutmen ini mencakup pekerjaan produksi, teknis, dan operasional gudang. Kebutuhan tenaga kerja berlokasi di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan, Shenzhen-Shantou.
Posisi tersedia pada fasilitas perakitan kendaraan Xiaomo dan pabrik komponen Ebu. Dua lokasi tersebut membutuhkan pekerja dengan kemampuan yang beragam, mulai dari perakitan sampai pengaturan mesin.
Ribuan Posisi di Tiga Unit Kerja
Pabrik Xiaomo menjadi unit dengan pembukaan tenaga kerja terbanyak. Fasilitas tersebut membutuhkan 4.800 karyawan untuk mendukung pekerjaan lembaran logam, pelapis interior, dan gudang.
Divisi 15 Xiaomo membuka 1.200 posisi tambahan. Lowongan di unit ini mencakup operator perakitan, teknisi pengelasan, dan teknisi busa.
Divisi 15 Ebu membutuhkan 2.000 karyawan. Posisi yang tersedia meliputi operator, penyetel mesin, serta tukang las.
| Lokasi | Kebutuhan | Contoh Posisi |
|---|---|---|
| Pabrik Xiaomo | 4.800 karyawan | Pekerja lembaran logam, teknisi pelapis interior, staf gudang |
| Divisi 15 Xiaomo | 1.200 karyawan | Operator perakitan, teknisi pengelasan, teknisi busa |
| Divisi 15 Ebu | 2.000 karyawan | Operator, penyetel mesin, tukang las |
Rentang Pendapatan Menurut Keahlian
Skema pendapatan BYD dibedakan menurut jenis pekerjaan dan tingkat keterampilan. Operator umum menerima gaji mulai 5.000 yuan per bulan atau sekitar Rp 13 jutaan.
Teknisi senior berada dalam rentang pendapatan 15.000 hingga 20.000 yuan per bulan. Nilai tersebut setara sekitar Rp 39 jutaan hingga Rp 52 jutaan berdasarkan laporan yang tersedia.
Kebutuhan pekerja dalam skala besar muncul ketika penjualan ekspor BYD terus meningkat. Perusahaan memperluas dukungan manufaktur untuk memenuhi permintaan kendaraan dari pasar internasional.
Sepanjang 2025, ekspor mobil penumpang dan pikap BYD mencapai 1,05 juta unit. Jumlah itu naik 145 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada semester pertama 2026, ekspor BYD tercatat sekitar 789.400 unit. Carnewschina menyebut angka tersebut meningkat 70 persen secara tahunan.
| Periode | Jumlah Ekspor | Pertumbuhan atau Target |
|---|---|---|
| 2025 | 1,05 juta unit | Naik 145 persen |
| Semester pertama 2026 | Sekitar 789.400 unit | Naik 70 persen |
| 2026 | 1,5 juta unit | Target tahunan |
Produksi Diperluas ke Pasar Global
BYD menargetkan penjualan ekspor sebanyak 1,5 juta unit sepanjang 2026. Untuk menopang pertumbuhan itu, perusahaan juga mengembangkan basis produksi di luar China.
Di Brasil, pabrik BYD telah memproduksi kendaraan energi baru ke-100.000. Fasilitas tersebut mempekerjakan lebih dari 5.500 orang.
Di Eropa, BYD sedang membangun pabrik kendaraan penumpang pertamanya di Szeged, Hungaria. Sementara itu, fasilitas Rayong di Thailand menjadi basis produksi kendaraan penumpang pertama BYD di luar China.
Pabrik Thailand telah menghasilkan BYD Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i. Produksi di sejumlah negara menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendekatkan kapasitas manufaktur ke pasar utama.
Fasilitas Subang Sudah Produksi Unit
Perkembangan produksi juga berlangsung di Indonesia melalui fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat. Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, sebelumnya menyebut pabrik tersebut telah memproduksi beberapa unit mobil.
“Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut,” kata Luther pada Juni lalu. Ia juga mengindikasikan BYD M6 DM telah dipersiapkan untuk Indonesia dengan komponen yang diproduksi di dalam negeri.






