Harga BBCA ditutup pada Rp 6.350, sementara proyeksi CGS International Sekuritas Indonesia membuka ruang kenaikan menuju Rp 6.375 hingga Rp 6.400. Selisih antara penutupan terakhir dan target jangka pendek itu menjadi fokus perhatian terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk.
Peluang penguatan tersebut hadir ketika BBCA telah turun 21,3 persen sejak awal tahun. Koreksi tahunan itu kontras dengan proyeksi spec buy yang diberikan untuk perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.
Posisi Harga di Antara Dua Area
CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan Rp 6.250 sampai Rp 6.300 sebagai support BBCA. Area Rp 6.375 hingga Rp 6.400 ditempatkan sebagai resistance sekaligus potensi target penguatan jangka pendek.
Dengan penutupan Rp 6.350 pada Jumat, 14 Agustus 2026, harga BBCA berada di antara dua zona tersebut. Posisi ini membuat arah selanjutnya akan diamati terhadap kedekatan harga dengan support maupun resistance.
| Level Teknis | Kisaran Harga | Posisi terhadap Penutupan |
|---|---|---|
| Support | Rp 6.250-Rp 6.300 | Di bawah Rp 6.350 |
| Penutupan 14 Agustus 2026 | Rp 6.350 | Turun 0,39 persen |
| Resistance | Rp 6.375-Rp 6.400 | Di atas Rp 6.350 |
CGS International Sekuritas Indonesia menyebut, “BBCA spec buy dengan support 6.250-6.300, potensi naik ke 6.375-6.400 short term.” Rekomendasi itu menempatkan kisaran support sebagai batas bawah dan resistance sebagai tujuan pergerakan jangka pendek.
Performa Harian Berbeda dengan Catatan Sepekan
Pada perdagangan Jumat, BBCA turun 0,39 persen saat berakhir di Rp 6.350. Namun, dalam sepekan saham ini masih mencatat pertumbuhan 0,79 persen.
Catatan mingguan tersebut belum mengubah tekanan yang tampak dalam periode lebih panjang. Harga BBCA melemah 1,9 persen dalam sebulan dan turun 21,3 persen sejak awal tahun.
| Rentang Waktu | Perubahan Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Perdagangan 14 Agustus 2026 | Turun 0,39 persen | Penutupan Rp 6.350 |
| Sepekan | Naik 0,79 persen | Performa pendek |
| Sebulan | Turun 1,9 persen | Performa bulanan |
| Sejak awal tahun | Turun 21,3 persen | Koreksi berjalan |
Aktivitas Asing Menyertai Penutupan
Investor asing tercatat melakukan beli bersih pada BBCA saat harga melemah pada Jumat. Berdasarkan data Stockbit, nilai beli bersih asing mencapai Rp 2,4 miliar dalam sesi tersebut.
Data itu menyertai pergerakan BBCA yang masih berada dalam tekanan secara bulanan dan tahunan. Beli bersih asing tidak mengubah catatan koreksi yang telah terjadi, tetapi menjadi bagian dari data perdagangan pada penutupan terakhir.
Perhatian pasar berikutnya tertuju pada kemampuan harga bergerak dari Rp 6.350 menuju kisaran Rp 6.375-Rp 6.400. Di sisi lain, area Rp 6.250-Rp 6.300 tetap menjadi batas bawah yang dicatat dalam rekomendasi CGS.
Pergerakan pada perdagangan Selasa akan diamati melalui respons BBCA terhadap level teknikal tersebut. Kenaikan menuju resistance maupun pergerakan mendekati support akan menjadi penanda arah harga dalam jangka pendek.






