Rivola Waspadai Marc Marquez, Seri Aragon Jadi Ujian Berat bagi Aprilia

Seri Aragon akan menjadi ujian berat bagi Aprilia meski tiga pebalapnya sedang menguasai papan atas MotoGP 2026. Massimo Rivola menilai Marc Marquez, pemilik delapan kemenangan di lintasan itu, sebagai ancaman paling serius dalam perburuan gelar.

Penilaian tersebut lahir dari kekuatan Marquez di Aragon dan rapatnya persaingan poin. Dengan 10 seri tersisa, dominasi Aprilia saat ini masih dapat berubah pada fase berikutnya musim ini.

Rivola Tidak Mengabaikan Rekor Rival

Marquez menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Sirkuit Aragon. Ia telah meraih delapan kemenangan, termasuk pada musim 2024 dan 2025.

Rekor itu berada jauh di atas Casey Stoner serta Jorge Lorenzo yang masing-masing mengoleksi dua kemenangan. Keunggulan statistik tersebut membuat Marquez memiliki modal penting bersama Ducati menjelang balapan.

Rivola mengakui karakter lintasan Aragon sangat berkaitan dengan kekuatan Marquez. “Kami tahu bahwa Aragon itu lintasannya Marc,” ungkap CEO Aprilia tersebut.

Bagi Aprilia, pengakuan itu bukan berarti menyerah sebelum balapan dimulai. Tim tersebut justru dihadapkan pada kebutuhan untuk membuktikan bahwa tiga pebalapnya mampu bertahan dalam tekanan di lintasan favorit lawan.

Tiga Pebalap Aprilia Berada di Depan

Jorge Martin memimpin klasemen sementara dengan 240 poin. Marco Bezzecchi dan Ai Ogura menyusul di posisi kedua serta ketiga, sehingga Aprilia menguasai tiga tempat teratas.

PebalapMotorPosisi/Keterangan
Jorge MartinApriliaPemuncak klasemen, 240 poin
Marco BezzecchiApriliaPosisi kedua, selisih 37 poin
Ai OguraApriliaPosisi ketiga, selisih 37 poin
Marc MarquezDucatiPosisi keempat, dalam rentang 41 poin
Fabio Di GiannantonioDucatiPosisi kelima, dalam rentang 41 poin

Ducati masih memiliki dua wakil dalam kelompok lima besar melalui Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Posisi mereka membuat persaingan belum sepenuhnya dikuasai Aprilia meski tiga peringkat pertama ditempati pebalapnya.

Jarak poin yang ada juga belum menutup kemungkinan pergeseran klasemen. Satu hasil kuat di Aragon dapat memberi dampak besar bagi momentum para kandidat juara.

370 Poin Menjaga Persaingan Tetap Terbuka

Masih ada 370 poin yang diperebutkan pada 10 seri tersisa MotoGP 2026. Karena itu, Rivola menilai klasemen saat ini belum cukup untuk menentukan siapa yang akan bertahan hingga akhir musim.

“Masih ada 370 poin yang diperebutkan, tapi Aragon bisa memberi kami sebuah gambaran siapa yang akan jadi pesaing juara sesungguhnya ke depannya,” imbuh Rivola. Ucapan itu menempatkan Seri Aragon sebagai barometer penting sebelum persaingan memasuki tahap lebih menentukan.

Aprilia perlu menjaga posisi Martin sambil memastikan Bezzecchi dan Ogura tetap kompetitif. Upaya itu penting agar keunggulan kolektif mereka tidak berkurang ketika Ducati mendapat peluang dari performa Marquez di Aragon.

Jika Marquez kembali memanfaatkan rekornya di sirkuit tersebut, tekanan terhadap pemimpin klasemen akan meningkat. Laporan Detik Sport menilai hasil Aragon dapat memperjelas arah perebutan gelar MotoGP 2026 pada sisa musim.

Baca Juga