OCTO Dorong Investasi Nasabah, Transaksi Obligasi CIMB Niaga Melonjak 112 Persen

Transaksi obligasi nasabah CIMB Niaga melalui OCTO melonjak 112 persen secara tahunan pada semester I 2026. Kenaikan ini menjadi pertumbuhan tertinggi di antara sejumlah aktivitas investasi dan pembayaran yang dicatatkan pada kanal digital bank.

Transaksi reksa dana melalui OCTO juga tumbuh 48 persen secara tahunan. Pada saat yang sama, penggunaan QRIS meningkat 65 persen dan pembukaan rekening pertama melalui aplikasi tersebut naik 89 persen.

Perkembangan transaksi itu berlangsung ketika lebih dari 90 persen aktivitas nasabah CIMB Niaga telah dilakukan secara digital. Kanal yang digunakan mencakup OCTO, OCTOBIZ, ATM, serta OCTO Pay.

OCTO memberikan akses ke BI-FAST, QRIS domestik dan lintas negara, pembayaran tagihan, serta pengisian saldo dompet elektronik. Nasabah juga dapat mengakses reksa dana, SBN Ritel, obligasi pemerintah dan korporasi, serta jual beli emas melalui aplikasi ini.

Layanan Fisik dan Digital Disatukan

CIMB Niaga tetap menggabungkan layanan berbasis aplikasi dengan titik layanan fisik melalui Digital Branch dan Digital Hub. Kedua layanan ini mendukung pembukaan rekening, pencetakan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File dalam sekitar lima menit.

Hingga 30 Juni 2026, bank mengoperasikan 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur layanan lainnya meliputi 383 cabang dan jaringan, 2.123 ATM, serta 506.806 EDC, QR, dan e-Commerce.

OCTOBIZ menjadi kanal digital bagi nasabah bisnis untuk mengelola kebutuhan transaksi perusahaan. Layanan itu mencakup pembayaran massal, pembayaran pajak, transaksi valuta asing daring, dan pengelolaan jadwal pembayaran.

Pengembangan kanal digital merupakan salah satu bagian dari strategi Forward30. Strategi tersebut juga berfokus pada pertumbuhan kredit berkualitas, penghimpunan CASA, diversifikasi pendapatan, dan perluasan ekosistem digital.

CASA Menguat di Tengah Peralihan Transaksi

Pertumbuhan layanan digital berjalan seiring dengan kenaikan dana murah atau CASA sebesar 6,9 persen secara tahunan. Nilai CASA CIMB Niaga mencapai Rp 193,1 triliun pada semester I 2026.

Rasio CASA berada di level 71,7 persen dari total dana pihak ketiga per 30 Juni 2026. Total dana pihak ketiga sendiri tumbuh 2,8 persen secara tahunan menjadi Rp 269,3 triliun.

IndikatorPosisi Semester I 2026Pertumbuhan Tahunan
Dana murah CASARp 193,1 triliun6,9 persen
Dana pihak ketigaRp 269,3 triliun2,8 persen
Kredit dan pembiayaanRp 247,2 triliun6,6 persen
Total aset konsolidasianRp 382 triliun6,7 persen

Kredit dan pembiayaan CIMB Niaga tumbuh 6,6 persen menjadi Rp 247,2 triliun. Total aset konsolidasian tercatat Rp 382 triliun setelah meningkat 6,7 persen secara tahunan.

Kredit Korporasi Tumbuh Paling Cepat

Segmen perbankan korporasi menjadi pendorong utama penyaluran kredit dan pembiayaan dengan pertumbuhan 13,8 persen secara tahunan. Perbankan komersial naik 4,6 persen, UKM bertumbuh 2,9 persen, sedangkan perbankan konsumer meningkat 0,1 persen.

Kredit Pemilikan Mobil di segmen ritel tumbuh 4,7 persen secara tahunan. Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatat pembiayaan Rp 54 triliun dan dana pihak ketiga Rp 50,9 triliun per akhir Juni 2026.

Pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp 66 triliun atau 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan. Cakupannya terdiri dari energi terbarukan, UMKM, dan sustainability-linked financing.

Rasio kredit bermasalah bruto membaik menjadi 1,83 persen, sementara rasio kecukupan modal berada di posisi 23,5 persen. Loan to deposit ratio tercatat 90,4 persen dan bank memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai ketentuan regulator.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyatakan pertumbuhan kredit, pembiayaan, dan CASA mendukung kinerja perseroan. Pendapatan operasional tumbuh 6,8 persen, laba operasional sebelum pencadangan naik 6,5 persen, dan laba sebelum pajak konsolidasian tercatat Rp 4,3 triliun.

Baca Juga