Kenaikan harga minyak sekitar 20 persen sepanjang Juli menambah tantangan baru bagi pasar emas. Risiko inflasi Amerika Serikat yang meningkat dapat membuat penguatan logam mulia berjalan lebih sulit, terutama ketika yield obligasi masih tinggi.
Harga emas memang ditutup menguat 0,58 persen pada Jumat, 14 Agustus 2026, ke US$4.376,6 per ons troi. Namun, pasar belum melihat kondisi yang cukup kuat untuk memastikan kelanjutan tren naik secara meyakinkan.
Inflasi menjadi risiko yang diperhatikan
Lonjakan minyak bumi dan perkembangan di Timur Tengah menjadi faktor yang dipantau investor. Kenaikan harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi di Amerika Serikat dan mempersulit upaya meredamnya.
Situasi inflasi tersebut dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap prospek suku bunga dan obligasi AS. Dampaknya akan terasa pada emas karena aset ini tidak menawarkan pendapatan bunga.
Yield Obligasi AS yang tinggi membuat instrumen surat utang tetap menarik dibandingkan emas. Selama imbal hasil berada pada level tinggi, kenaikan emas berisiko kehilangan sebagian daya dorongnya.
Emas menunggu pelemahan yield
Fawad Razaqzada dari Forex.com menilai fundamental emas telah membaik dalam beberapa pekan terakhir. Akan tetapi, ia melihat tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS masih sebagai penghambat yang signifikan.
“Emas mungkin membutuhkan kembali rangkaian data AS yang lebih lemah dan, yang terpenting, penurunan imbal hasil obligasi AS sebelum mampu menembus resistance secara meyakinkan dan membentuk tren bullish yang lebih berkelanjutan,” ujar Razaqzada. Penilaian itu menempatkan data ekonomi AS sebagai salah satu pemicu utama yang akan diperhatikan pasar.
Data pasar tenaga kerja yang melambat, penjualan ritel yang rendah, serta turunnya kepercayaan konsumen sebelumnya telah menekan dolar AS. Pelemahan dolar itu memberi ruang bagi Harga Emas untuk bergerak naik lebih cepat.
| Indikator | Data Terkini | Konteks |
|---|---|---|
| Harga emas penutupan | US$4.376,6 per ons troi | Naik 0,58 persen pada Jumat |
| Kinerja mingguan emas | Hampir 0,9 persen | Setelah kenaikan 7,4 persen pekan sebelumnya |
| Kenaikan harga minyak | Sekitar 20 persen | Terjadi sepanjang Juli |
| Resistance emas | US$4.365–US$4.455 | Area yang sedang diuji |
Ekspektasi kebijakan The Fed
Data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan pasar memperkuat harapan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada September 2026. Pelaku pasar emas menilai ekspektasi kebijakan ini bersama dengan arah dolar dan yield obligasi.
Dalam sepekan, emas telah menguat hampir 0,9 persen. Angka tersebut menyusul lonjakan 7,4 persen pada pekan sebelumnya, ketika dolar AS melemah.
Penguatan itu menunjukkan emas masih memiliki dukungan dari perubahan persepsi pasar terhadap ekonomi AS. Namun, dukungan tersebut belum cukup untuk menghilangkan hambatan dari tingkat imbal hasil obligasi yang tinggi.
Area teknikal yang perlu dijaga
Resistance emas berada di kisaran US$4.365 hingga US$4.455 per ons troi. Area ini menjadi batas utama yang perlu ditembus agar pasar melihat peluang bullish yang lebih berkelanjutan.
Support terdekat berada di US$4.300 hingga US$4.305 per ons troi. Jika tekanan meningkat, pasar akan mengamati rentang US$4.100 hingga US$4.120 per ons troi sebagai dasar breakout sebelumnya.
Pergerakan emas berikutnya bergantung pada apakah data AS kembali melunak dan mampu menurunkan yield obligasi. Tanpa perubahan tersebut, kenaikan harga masih berhadapan dengan risiko dari inflasi dan daya tarik surat utang AS.






