Memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi dapat membuat ayunan bodi mobil meningkat tajam. Risiko kondisi ini lebih rawan terjadi pada laju sekitar 100 kilometer per jam ke atas, saat gaya sentrifugal bertambah besar.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menyatakan risiko tersebut tidak terbatas pada SUV dan MPV. Sedan pun dapat terdampak apabila dipacu kencang lalu diajak berbelok.
Jangan Menunggu Mobil Sudah Berbelok
Kecepatan sebaiknya dikurangi secara bertahap sebelum kendaraan memasuki tikungan. Menekan laju ketika mobil sudah mulai membelok dapat memicu deselerasi mendadak yang juga berisiko bagi pengguna jalan lain.
Pengemudi juga perlu menghindari gerakan setir yang tiba-tiba. Perubahan arah yang halus memberi waktu bagi mobil untuk merespons manuver secara lebih terkendali.
Traksi ban dapat lebih terjaga ketika kendaraan memasuki tikungan dengan laju yang sudah disesuaikan. Langkah ini menjadi semakin penting apabila mobil membawa beban.
Andi, mekanik spesialis kaki-kaki Wahyu Motor di MGK Kemayoran, menilai beban kendaraan akan berpindah lebih besar ke satu sisi saat tikungan dimasuki terlalu cepat. Kondisi tersebut membuat bodi terasa lebih mengayun ke arah luar tikungan.
Memahami Penyebab Bodi Mobil Terasa Miring
Ayunan ini disebut body roll, yaitu respons kendaraan ketika beban berpindah ke sisi tertentu saat berbelok atau bermanuver. Sensasi bodi bergeser bukan selalu tanda kerusakan karena perpindahan beban memang terjadi saat arah mobil berubah.
Besarnya Body Roll Mobil dipengaruhi postur dan titik gravitasi kendaraan. Mobil yang memiliki pusat gravitasi lebih rendah cenderung memberi rasa kemiringan lebih kecil saat melewati tikungan.
SUV dan MPV lebih sering memberikan sensasi ayunan karena umumnya mempunyai bodi serta posisi berkendara lebih tinggi. Faktor Ground Clearance Tinggi ikut meningkatkan titik gravitasi kendaraan ketika bermanuver.
Karena itu, limbung ringan pada kendaraan berpostur tinggi masih dapat tergolong normal. Pengemudi tidak perlu langsung menyimpulkan adanya masalah hanya dari gerakan bodi yang mengikuti tikungan.
Tanda yang Layak Mendapat Perhatian
Yang perlu diperhatikan adalah perubahan perilaku kendaraan dibanding kondisi sebelumnya. Mobil yang mendadak terasa jauh lebih limbung perlu menjalani pemeriksaan agar kondisi kaki-kaki dapat diketahui.
Bunyi tidak wajar dari area kaki-kaki juga dapat menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan. Gejala ayunan berlebihan yang dibarengi suara menjadi alasan untuk mengecek komponen penopang kendaraan.
Selama seluruh komponen Suspensi Mobil bekerja dengan baik, kemiringan bodi saat menikung dapat menjadi respons yang normal. Pemeriksaan menjadi lebih penting ketika gejalanya berlebihan atau berbeda dari karakter mobil sehari-hari.
Pengendalian laju sebelum tikungan dan penggunaan setir secara halus membantu mengurangi perpindahan beban yang mendadak. Kebiasaan ini membuat manuver lebih stabil tanpa mengabaikan karakter alami mobil dengan bodi tinggi.






