Marina Budiman, Perempuan Sendiri di 10 Besar Kaya Berkat Lonjakan Pusat Data

Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan yang berada dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia. Kekayaan co-founder dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk itu bertumpu pada pertumbuhan bisnis pusat data di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

Data Forbes per 16 Juli 2026 yang dihimpun Kompas Tekno mencatat kekayaan bersih Marina mencapai 5,7 miliar dollar AS. Nilai tersebut menempatkannya pada urutan kedelapan orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke-727 dunia.

Posisinya berada satu tingkat di bawah Otto Toto Sugiri, rekan bisnisnya di DCI Indonesia. Otto, yang kerap dijuluki “Bill Gates Indonesia”, bersama Marina telah membangun sejumlah bisnis teknologi selama puluhan tahun.

Saham DCI Indonesia Menjadi Penopang Kekayaan

Marina tercatat menguasai 22,51 persen saham DCI Indonesia dengan kode emiten DCII. Porsi itu menjadi kepemilikan terbesar kedua di perusahaan tersebut setelah Otto Toto Sugiri.

DCI Indonesia didirikan pada 2011 oleh Marina, Otto, dan Han Arming Hanafia. Perusahaan ini menjalankan bisnis pusat data dan memiliki fasilitas di Cibitung, Karawang, serta Jakarta.

InformasiDetail
PerusahaanPT DCI Indonesia Tbk (DCII)
Tahun berdiri2011
Lokasi fasilitasCibitung, Karawang, dan Jakarta
Harga penawaran awal sahamRp 420 per saham pada 2021
Kepemilikan saham Marina22,51 persen

Perusahaan tersebut disebut sebagai pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara. Standar ini memperlihatkan posisi DCI Indonesia dalam penyediaan infrastruktur yang menopang kebutuhan layanan digital.

Saham DCII melantai di bursa pada 2021 dengan harga penawaran awal Rp 420 per saham. Nilainya kemudian meningkat jauh dari harga awal, seiring kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis pusat data.

Kebutuhan Digital Mengubah Nilai Infrastruktur

Pertumbuhan layanan digital mendorong kebutuhan akan penyimpanan, pengolahan, dan pengelolaan data. Kondisi tersebut membuat bisnis pusat data menjadi salah satu fondasi penting dalam ekosistem digital Indonesia.

Peran Marina di DCI Indonesia menunjukkan nilai ekonomi besar dari infrastruktur digital. Bisnis yang berada di belakang berbagai kebutuhan layanan data kini menjadi sumber utama kekayaannya.

Berawal dari Perbankan dan Teknologi Informasi

Marina lahir pada 1961 dan menempuh pendidikan ekonomi serta keuangan di University of Toronto. Setelah kembali ke Indonesia, ia memulai karier profesional di Bank Bali pada 1985.

Di bank tersebut, Marina pertama kali bertemu Otto Toto Sugiri. Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang di bidang teknologi informasi dan infrastruktur digital.

Pada 1989, Marina bergabung dengan perusahaan teknologi informasi Sigma Cipta Caraka. Pengalaman itu melengkapi perjalanan kariernya sebelum memasuki bisnis layanan internet.

Bersama Otto, Marina mendirikan Indonet pada 1994, yang dikenal sebagai penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Keduanya melepas kepemilikan saham di Indonet pada 2023 setelah menjalani perjalanan panjang dalam pengembangan bisnis teknologi.

Forbes per 14 Juli 2026 juga memasukkan Marina sebagai satu-satunya perempuan dalam jajaran 10 orang terkaya Indonesia. Capaian tersebut mempertegas perjalanan dari sektor perbankan menuju bisnis pusat data yang bernilai besar.

Baca Juga