Manggarai Menanggung 25 Korban Jiwa, Tawaran Bantuan Iran Menyusul Gempa NTT

Manggarai mencatat 25 korban meninggal, jumlah tertinggi dari enam wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Total korban jiwa dalam bencana tersebut mencapai 53 orang berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Ketika penanganan korban masih berlangsung, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan mengirim bantuan kemanusiaan dan medis. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto.

Wilayah dengan Dampak Korban Terbesar

Manggarai Timur mencatat 20 orang meninggal, menempatkannya sebagai wilayah kedua dengan korban terbanyak. Dua daerah tersebut menyumbang sebagian besar angka kematian akibat gempa NTT.

Wilayah TerdampakJumlah Korban Meninggal
Manggarai25 orang
Manggarai Timur20 orang
Sikka4 orang
Ende2 orang
Manggarai Barat1 orang
Nagekeo1 orang

Sikka melaporkan empat korban meninggal, sementara Ende mencatat dua korban. Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing melaporkan satu warga meninggal.

BNPB merilis data tersebut pada Minggu sebagai gambaran sebaran dampak bencana di NTT. Selain korban meninggal, lembaga itu juga mencatat 105 warga masih dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Iran Sampaikan Simpati dan Kesiapan Membantu

Pezeshkian menyampaikan duka kepada pemerintah dan rakyat Indonesia, terutama keluarga yang kehilangan anggota keluarga serta warga terdampak. Menurut kantor berita IRNA, pesan tersebut dikirimkan pada Minggu (16/8).

Gempa magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Kabar mengenai kesiapan bantuan dari Iran muncul sehari setelah peristiwa tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, terutama kepada keluarga yang berduka dan masyarakat yang terdampak,” kata Pezeshkian. Ia berharap kondisi di daerah yang terkena gempa dapat segera membaik.

Pezeshkian juga menegaskan kesiapan bantuan medis Iran dan bantuan kemanusiaan dalam situasi sulit yang dihadapi warga. Pernyataan itu menyoroti kebutuhan dukungan bagi masyarakat yang masih menjalani perawatan.

Fokus pada Pemulihan Warga Terdampak

Dalam pesannya, Pezeshkian mendoakan para korban meninggal serta berharap warga yang terluka segera pulih. Ia juga berharap para penyintas memiliki kesabaran dan ketabahan selama menghadapi dampak bencana.

Jumlah warga yang masih dirawat menunjukkan proses penanganan medis belum selesai. Harapan pemulihan dari Iran disampaikan bersamaan dengan tawaran bantuan bagi Indonesia setelah gempa di NTT.

Data korban di enam wilayah memperlihatkan besarnya dampak yang harus ditangani setelah gempa. Penanganan kesehatan terhadap 105 warga yang dirawat tetap menjadi salah satu kebutuhan utama di daerah terdampak.

Baca Juga