Magang dan Jejaring Jadi Bekal Penting Saat Nilai Akademik Tak Lagi Cukup

Magang, kunjungan perusahaan, dan jejaring dengan praktisi kini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Pengalaman tersebut dapat melengkapi nilai akademik yang tidak selalu mencerminkan kesiapan menghadapi tuntutan profesional.

Perusahaan membutuhkan lulusan yang memahami praktik kerja dan perkembangan teknologi yang bergerak cepat. Mahasiswa yang belum memperoleh paparan industri berpotensi membutuhkan masa adaptasi lebih panjang setelah lulus.

Akses ke Lingkungan Profesional

Exabytes Indonesia bersama Universitas Ciputra Surabaya menyiapkan program magang di industri teknologi, kunjungan perusahaan, serta kegiatan pusat karier. Program itu menjadi bagian dari kerja sama lima tahun yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman.

Magang memungkinkan mahasiswa mengenal dinamika kerja di sektor teknologi. Kunjungan perusahaan dapat memberi gambaran langsung mengenai aktivitas perusahaan dan kompetensi yang diperlukan di dalamnya.

Pusat karier disiapkan untuk membuka akses mahasiswa terhadap peluang kerja sekaligus pengembangan kemampuan. Kehadiran program tersebut dapat membantu mahasiswa memetakan kebutuhan kompetensi sejak dini.

Pengalaman di luar kelas menjadi penting karena mahasiswa sering kali baru menyadari jarak antara teori dan praktik ketika mulai mencari pekerjaan. Pada tahap itu, penyesuaian terhadap teknologi dan pola kerja profesional dapat terasa lebih berat.

Teknologi Berubah, Kompetensi Ikut Bergerak

Transformasi digital membuat kebutuhan tenaga kerja berubah lebih cepat, khususnya di bidang teknologi. Teori tetap menjadi fondasi, namun pemahaman terhadap persoalan dan kebutuhan perusahaan ikut menjadi pertimbangan penting.

Kolaborasi perguruan tinggi dan dunia usaha dapat menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Mahasiswa dapat memperoleh paparan terhadap realitas industri tanpa perlu menunggu hingga menyelesaikan studi.

Kerja sama Exabytes Indonesia dan Universitas Ciputra Surabaya mencakup pendidikan, pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Menurut Suara.com, cakupan itu berada dalam kerangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Forum Pertemuan dengan Praktisi

Sebelum Nota Kesepahaman diteken, kedua pihak telah mengadakan Exabytes Developer Club bertajuk Reimagining Web Development in the Age of AI Agents. Kegiatan itu mempertemukan praktisi industri dengan komunitas pengembang untuk membahas teknologi web dan kecerdasan buatan.

Forum seperti ini memberi mahasiswa kesempatan memahami perubahan teknologi dari perspektif pelaku industri. Pertemuan dengan praktisi juga dapat menjadi ruang untuk membangun jejaring profesional.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, menyatakan sinergi kampus dan industri diperlukan agar lulusan memiliki bekal yang sesuai. Ia menekankan pendidikan tidak boleh hanya dipahami sebagai pencapaian akademik.

“Pendidikan adalah fondasi dari pertumbuhan digital yang berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tuntutan nyata dunia digital,” ujar Indra Hartawan.

Pengembangan Talenta Digital

Kemitraan dengan Universitas Ciputra Surabaya melanjutkan kolaborasi Exabytes Indonesia dengan institusi pendidikan lain. Perusahaan tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Universitas Jenderal Achmad Yani dan Cyber University.

Hubungan yang lebih dekat antara kampus dan industri dapat membantu mahasiswa membangun pengalaman, kompetensi, dan koneksi yang relevan. Bekal itu diperlukan agar lulusan dapat memahami tuntutan pekerjaan tanpa terlambat menyesuaikan diri.

Baca Juga