Usai Mengaku Bersalah, Luigi Mangione Tetap Dihadapkan pada Perkara Pembunuhan

Luigi Mangione belum terbebas dari rangkaian perkara pidana meski telah mengaku bersalah atas dua dakwaan federal. Setelah menunggu vonis federal, ia masih harus menghadapi dakwaan pembunuhan terpisah di negara bagian New York.

Proses ganda itu membuat perkara penembakan yang menewaskan Brian Thompson belum mendekati akhir. Pemilihan juri untuk dakwaan pembunuhan dijadwalkan pada 8 September 2026, sedangkan vonis federal akan digelar pada 18 Desember 2026.

Jadwal Dua Jalur Pengadilan

PerkaraTahapan ProsesJadwal
Negara Bagian New YorkPemilihan juri8 September 2026
FederalPenjatuhan vonis18 Desember 2026

Perkara di New York akan berfokus pada dakwaan pembunuhan yang tetap berjalan di luar proses federal. Sementara itu, perkara federal telah memasuki tahap pemidanaan setelah Mangione menyatakan bersalah.

Jaksa penuntut umum meminta pengadilan federal menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Ancaman hukuman mati yang sebelumnya melekat pada dua dakwaan federal telah dibatalkan hakim pada Januari 2026.

Pengakuan atas Penembakan

Mangione menyampaikan pengakuannya di hadapan Hakim Margaret Garnett di Manhattan. Ia mengakui dakwaan stalking antarnegara bagian dan perencanaan sebelum penembakan.

Pria berusia 28 tahun itu juga mengonfirmasi penggunaan senjata rakitan dalam serangan tersebut. Penembakan terjadi pada 4 Desember 2024 di Midtown Manhattan dan menewaskan CEO UnitedHealthcare, Brian Thompson.

Di persidangan, Mangione menegaskan bahwa ia memahami tindakan tersebut melanggar hukum. “Sapevo che quello che stavo facendo era illegale,” ujar Mangione dalam bahasa Italia.

Hukuman Mati Dibatalkan, Tuntutan Berat Tetap Ada

Pembatalan dua dakwaan yang sebelumnya memuat ancaman hukuman mati mengubah kemungkinan hukuman dalam perkara federal. Namun, perubahan itu tidak mengurangi tuntutan jaksa untuk meminta hukuman penjara seumur hidup.

Pengakuan bersalah Mangione menjadi bagian penting dari proses federal, tetapi tidak menentukan penyelesaian perkara pembunuhan di New York. Kedua proses itu berjalan dengan agenda dan tahapan yang berbeda.

Penjelasan dari Tim Kuasa Hukum

Tim pengacara menyatakan Mangione terdorong oleh kekecewaan mendalam terhadap sistem asuransi kesehatan swasta di Amerika Serikat. Ia disebut mengalami penderitaan fisik akibat cedera punggung dan merasa ditelantarkan oleh sistem pelayanan kesehatan.

Karen Friedman Agnifilo, pengacara Mangione, mengatakan kliennya mengalami rasa sakit berat dan melemahkan selama bertahun-tahun setelah mengalami patah tulang punggung. Menurutnya, Mangione meyakini sistem layanan kesehatan serta asuransi telah mengecewakan dan menghancurkan hidupnya.

Agnifilo juga menyinggung banyak orang yang menghubungi setelah tragedi itu untuk membagikan pengalaman mereka. Keterangan tersebut disampaikan sebagai latar belakang pembelaan, bukan sebagai pengakhiran proses pidana yang dihadapi Mangione.

Keluarga Thompson Menyampaikan Duka

Keluarga Brian Thompson menilai pengakuan bersalah itu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kematian Thompson. Mereka menyatakan tidak ada proses hukum yang mampu menghilangkan rasa sakit akibat kehilangan tersebut.

“Sebbene nulla allevierà il dolore di perderlo, siamo grati che il sistema federale abbia fatto rendere conto la persona responsabile di questo atto atroce,” kata keluarga Thompson. Mangione kini tetap menanti putusan federal sambil bersiap menghadapi proses pembunuhan di New York.

Baca Juga