Kesempatan berlatih bersama Indra Sjafri membuka pengalaman berbeda bagi 40 anak dari kelompok prasejahtera di Bandung. Mereka mengikuti McDonald’s Football Clinic secara gratis bersama total 200 peserta berusia 8-12 tahun.
Program itu tidak hanya menghadirkan latihan sepak bola, tetapi juga menyalurkan jersey dan sepatu baru. Dukungan tersebut menyasar anak-anak berbakat yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas serta kondisi ekonomi.
Talenta dari Lapangan Sederhana
Purnama, kapten tim SSB Youth Aurasic Bandung, menjadi salah satu peserta pelatihan. Ia telah menyukai sepak bola sejak usia 8 tahun dan rutin berlatih di lapangan sederhana di samping warung makan milik orang tuanya.
Kisah peserta ini menggambarkan tujuan pembinaan yang ingin memperluas akses bagi anak-anak sekolah sepak bola. Perwakilan SSB Youth Aurasic Bandung, M. Iqbal, menyatakan banyak talenta muda memerlukan satu kesempatan untuk percaya pada impian mereka.
Empat puluh anak berbakat dari kelompok prasejahtera di Jakarta dan Bandung mendapat undangan khusus untuk berlatih tanpa biaya. Adapun bantuan jersey dan sepatu baru diberikan kepada seluruh 200 anak di kedua SSB tersebut.
Teknik Dasar dalam 70 Menit
Indra Sjafri merancang sesi latihan selama 70 menit dengan pembagian kelompok dan sistem rotasi. Peserta bergantian memasuki zona latihan agar seluruh materi dapat diikuti secara bertahap.
Latihan mencakup passing, Small-Sided Games (SSG), shooting, serta shielding dalam dua sesi. Pendampingan intensif diberikan untuk membantu anak memahami teknik sekaligus situasi permainan.
“Dalam pembinaan usia dini, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan,” ujar Indra Sjafri. Ia menilai rotasi antarzona dapat melatih kemampuan teknis, koordinasi, serta pengambilan keputusan.
Menurutnya, jiwa kompetitif tetap penting dalam olahraga, tetapi kemenangan bukan tujuan akhir pembinaan. Ia menekankan bahwa kemenangan harus diraih dengan cara yang baik.
Dukungan Orang Tua dan Figur Sepak Bola
Indra Sjafri juga berbincang dengan orang tua peserta selama kegiatan berlangsung. Ia menggarisbawahi peran keluarga dalam membentuk sportivitas, kepercayaan diri, penghormatan kepada orang yang lebih tua, dan kerja sama tim.
Atep, legenda Persib Bandung yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan pesan mengenai proses panjang menjadi pesepak bola. Ia mengingatkan peserta bahwa keterbatasan akses dan fasilitas tidak semestinya menghentikan tekad untuk berkembang.
“Tidak ada proses yang instan, setiap kesuksesan dibangun dari disiplin berlatih, kemauan untuk terus belajar, dan tidak lupa beribadah,” kata Atep. Pesan itu disampaikan berdasarkan pengalamannya memulai perjalanan dari kota kecil.
Bagian dari Rangkaian Dua Kota
McDonald’s Indonesia menggelar sesi Bandung pada Minggu, 19 Juli 2026, dalam kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald’s. Kegiatan ini mengikuti agenda di Jakarta pada 12 Juli 2026 yang menghadirkan pesepak bola profesional Rio Fahmi.
| Kegiatan | Kota | Tanggal | Pendamping |
|---|---|---|---|
| Football Clinic | Jakarta | 12 Juli 2026 | Rio Fahmi |
| Football Clinic | Bandung | 19 Juli 2026 | Indra Sjafri dan Atep |
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perayaan 35 tahun McDonald’s Indonesia. Inisiatif olahraga perusahaan sebelumnya mencakup pengiriman anak sebagai Player Escort pada 2014 dan 2018, McDonald’s Liga Ayo pada 2023, serta renovasi 44 fasilitas olahraga sekolah di 12 provinsi pada 2025.
Survei Populix pada Maret 2026 mencatat 90% Gen Z dan Milenial berminat pada olahraga berbasis lapangan. Antusiasme terhadap sepak bola menjadi dasar dorongan agar anak-anak tidak hanya menjadi penonton, melainkan memperoleh akses belajar langsung dari pelatih nasional dan pemain profesional.






