KRL Sempat Bergerak saat Tangan Terjepit, Ini Penanganan di Stasiun Duri

Sebuah rekaman memperlihatkan KRL sempat bergerak ketika tangan seorang penumpang masih berada di area pintu. KAI Commuter menyatakan pintu kemudian dibuka kembali dalam penanganan kondisi tersebut sebelum kereta meneruskan perjalanan.

Kejadian itu menyoroti pentingnya tidak memaksakan diri naik ketika pintu kereta sudah mulai menutup. Penumpang yang tidak sempat masuk diminta menunggu perjalanan berikutnya demi menghindari risiko keselamatan.

Petugas peron di lokasi memberi tanda tidak aman kepada petugas kereta setelah mengetahui adanya penumpang yang terjepit. Tindakan itu diikuti pembukaan kembali pintu untuk memastikan lampu indikator pintu padam.

Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan penumpang berupaya masuk saat proses penutupan sedang berlangsung. Penumpang tersebut disebut sempat menahan pintu agar tetap terbuka hingga tangannya terjepit.

Terjadi pada Perjalanan Kampung Bandan-Bekasi

Insiden berlangsung pada KRL Commuter Line nomor 5150 yang melayani relasi Kampung Bandan-Bekasi. Lokasi kejadian berada di Peron 2 Stasiun Duri pada Rabu, 22 Juli.

Data KejadianKeterangan
Jenis layananCommuter Line
Nomor kereta5150
RelasiKampung Bandan-Bekasi
LokasiPeron 2 Stasiun Duri

Dalam video yang beredar, penumpang perempuan tersebut tampak masih memegang gelas plastik berisi kopi. Penumpang lain dari dalam rangkaian terlihat membantu merenggangkan pintu agar tangannya dapat dikeluarkan.

Leza menyampaikan pintu dibuka untuk memastikan indikator padam sebelum perjalanan dilanjutkan. “Pintu sempat terbuka untuk memastikan lampu indikator padam sehingga perjalanan Commuter Line lanjut,” ujar Leza saat dikonfirmasi pada Kamis, 23 Juli 2026.

Imbauan bagi Pengguna di Peron

KAI Commuter menekankan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi yang berpotensi membahayakan. Pengguna diimbau mengikuti isyarat petugas dan tidak menahan pintu saat kereta akan berangkat.

“Maka itu kami meminta kepada seluruh pengguna untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta ketika pintu sudah dalam proses penutupan karena dapat membahayakan keselamatan,” tutur Leza. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kejadian di Stasiun Duri yang diberitakan detikcom.

Area pintu membutuhkan ruang yang cukup agar proses naik dan turun penumpang dapat berlangsung dengan aman. Kondisi di peron dapat berubah cepat ketika arus penumpang padat dan rangkaian bersiap melanjutkan perjalanan.

Penumpang yang belum berhasil masuk sebaiknya tidak mencoba menghalangi penutupan pintu. Menunggu kereta berikutnya merupakan langkah yang lebih aman bagi diri sendiri maupun pengguna lain di dalam rangkaian.

Baca Juga