Tawa Prabowo, Jokowi, dan Gibran Saat Atraksi Udara Berawal dari Penataan Kursi

Tawa Presiden Prabowo Subianto, Presiden RI ke-7 Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menyaksikan atraksi udara di Istana Merdeka terekam dalam siaran kepresidenan. Kebersamaan itu berlangsung setelah tata letak kursi disesuaikan untuk kebutuhan pertunjukan.

Posisi Prabowo yang berada di tengah Jokowi dan Gibran bukan penempatan tanpa pertimbangan. Istana menyatakan pengaturan tersebut dibuat untuk memberi penghormatan sekaligus mendukung kenyamanan para tamu saat melihat demo udara dan kesenian.

Atraksi Udara Menjadi Latar Momen Kebersamaan

Ketiganya terlihat berbincang dan tertawa ketika sejumlah jet tempur melintas dalam atraksi flypass. Gibran tampak tersenyum saat Prabowo dan Jokowi berbicara di area tempat duduk tamu.

Jupiter Aerobatic Team atau JAT TNI Angkatan Udara juga tampil dalam rangkaian demo udara. Penampilan tersebut disaksikan para undangan bersama pertunjukan kesenian yang digelar di Istana Merdeka.

Rekaman pada kanal YouTube Sekretariat Presiden memperlihatkan suasana itu dari area pandang pertunjukan. Susunan kursi yang tampak dalam tayangan tersebut merupakan hasil penyesuaian yang dilakukan menjelang acara.

Permintaan Prabowo kepada Panitia

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo meminta penataan kursi diubah. Sejumlah tamu kemudian ditempatkan lebih dekat ke bagian depan agar dapat menyaksikan pertunjukan dengan lebih leluasa.

“Bapak presiden sebagaimana memberikan penghormatan sehingga tadi tempat duduk juga pada saat menyaksikan demo udara maupun pertunjukan kesenian kan minta juga diubah sehingga ada beberapa yang maju ke depan,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). Menurutnya, pengaturan itu dilakukan sebagai bagian dari penghormatan kepada tamu yang hadir.

Panitia tidak dapat memindahkan seluruh undangan karena keterbatasan tempat. Karena itu, posisi duduk disesuaikan dengan keadaan dan ruang yang tersedia saat pertunjukan berlangsung.

“Situasional itu kita sesuaikan, cuma tadi karena keterbatasan juga tidak bisa semuanya berada di depan tapi tidak mengurangi rasa hormat kami sebagai panitia,” ujar Prasetyo. Ia menekankan bahwa keterbatasan tersebut tidak mengubah maksud penghormatan yang diberikan.

Keakraban yang Dianggap Wajar

Prasetyo juga menanggapi kedekatan Prabowo dan Jokowi yang tampak dalam momen tersebut. Ia menilai hubungan akrab antara keduanya sudah terlihat selama ini.

“Ya seharusnya begitu memang. Selama ini beliau Presiden Prabowo dengan Presiden Jokowi akrab, dan kadang di media sosial menyebutnya ‘bestie’ juga,” kata Prasetyo. Kehadiran Gibran di samping keduanya melengkapi momen yang kemudian menjadi perhatian dalam tayangan acara.

Penjelasan Istana menempatkan tawa bersama ketiga tokoh itu dalam konteks suasana pertunjukan dan penataan tempat duduk. Pengaturan teknis tersebut dibuat agar atraksi udara serta penampilan kesenian dapat disaksikan dengan lebih nyaman.

Baca Juga