Saat Rumah Sakit Runtuh dan Warga Mengungsi, Kolombia Tetapkan 3 Hari Berkabung

Runtuhnya sebagian bangunan Rumah Sakit Universitario del Valle memaksa dokter di Cali memindahkan pasien ke area parkir. Perawatan bagi sebagian korban kemudian dilakukan di ruang terbuka ketika gempa berkekuatan M 7,4 melumpuhkan sejumlah layanan kesehatan.

Kerusakan di Cali juga melanda blok rumah, apartemen, serta kendaraan yang tertimpa tembok dan beton. Dari udara, sejumlah kawasan permukiman terlihat berubah menjadi hamparan puing abu-abu.

Di Pereira, warga yang kehilangan rumah atau takut pada gempa susulan memilih bermalam di luar ruangan. Sebuah taman dialihfungsikan menjadi penampungan sementara yang dilengkapi tenda dan kasur.

John Tabasco, warga 23 tahun, mengungsi bersama istri dan anaknya yang masih berusia tujuh bulan. “Kami kehilangan segalanya, tetapi kami masih hidup,” ujarnya.

Operasi Penyelamatan Dikebut

Di tengah kerusakan luas, tim darurat masih mencari warga yang diduga tertimbun bangunan runtuh. Pencarian dilakukan dengan derek, anjing pelacak, alat berat, serta bantuan warga yang memindahkan puing secara manual.

Para ahli menilai dua hari pertama menjadi masa yang sangat menentukan dalam penyelamatan korban hidup. Kemungkinan menemukan penyintas dilaporkan menyusut cepat setelah 72 jam.

WilayahSituasi DaruratUpaya yang Dilakukan
PereiraKorban tertimbun dan pengungsian di tamanPembersihan puing oleh warga dan tim penyelamat
CaliPermukiman rusak dan layanan rumah sakit tergangguEvakuasi pasien serta pencarian korban

Upaya penyelamatan di Pereira menghasilkan kabar baik ketika Daniela Largo, 32 tahun, dikeluarkan dari bawah reruntuhan. Ibunya, Sandra Milena Perez, mengatakan keluarga nyaris putus asa sebelum mengetahui Daniela masih berada di lokasi.

Perez menuturkan seorang warga mendengar teriakan minta tolong dari bawah puing bangunan. Tetangga lalu bergabung membersihkan reruntuhan sampai tim penyelamat profesional tiba.

Negara Masuk Masa Berkabung

Pemerintah Kolombia menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah sedikitnya 216 orang meninggal akibat gempa. Bendera setengah tiang diperintahkan berkibar di gedung pemerintahan dan kedutaan besar di berbagai negara.

Gempa pada Senin (10/8/2026) disebut sebagai yang terkuat melanda Kolombia dalam satu abad terakhir. Angka kematian sempat berubah setelah pejabat di Cali melakukan koreksi terhadap laporan sebelumnya.

Presiden Abelardo de la Espriella mengumumkan keadaan darurat ketika mengunjungi Pereira. Ia menjanjikan subsidi sewa bagi keluarga yang terdampak Bencana Gempa Kolombia.

Solidaritas Warga dan Bantuan Darurat

Warga mengirim air, makanan, dan berbagai perbekalan ke lingkungan terdampak. Antrean panjang terbentuk di luar pusat donor darah untuk membantu kebutuhan medis para korban.

Ferney Cabrera, seorang pendonor darah, menyebut aksi itu sebagai dorongan untuk menolong lingkungan, kota, dan negara. Dukungan masyarakat menjadi penting karena kebutuhan penyintas terus bertambah.

Amerika Serikat mengumumkan bantuan darurat senilai 15,5 juta dollar AS, sementara bantuan dan tawaran dukungan datang dari sejumlah negara lain. Kompas.com melaporkan pencarian korban selamat tetap berlangsung selama Operasi Penyelamatan Kolombia dilakukan.

Baca Juga