Arema FC tidak memperoleh jalan ringan pada fase grup Piala Presiden 2026. Persib Bandung, DPMM FC, dan Tampines Rovers akan menjadi ukuran awal bagi kesiapan Singo Edan menjelang Super League 2026-2027.
Rangkaian pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, membawa tuntutan langsung untuk menemukan ritme permainan. Bagi Arema, turnamen ini menjadi kesempatan menguji tim yang telah disiapkan lebih awal.
Persaingan Berat di Bandung
Persib akan menjadi lawan pertama Arema dalam penyisihan Grup A. Status Persib sebagai juara Super League tiga musim berturut-turut membuat pertandingan pembuka tersebut memiliki tingkat tantangan yang tinggi.
Klub Bandung itu juga tengah mempersiapkan penampilan di Liga Champions Asia AFC. Marcos Santos menilai kondisi tersebut memperkuat alasan Arema untuk memberikan perhatian penuh pada pertandingan pertama.
Setelah itu, Arema akan melawan DPMM FC yang berasal dari Brunei Darussalam. Tampines Rovers dari Singapura melengkapi daftar lawan yang akan dihadapi tim dalam fase grup.
| Lawan Arema | Identitas tim | Nilai pertandingan |
|---|---|---|
| Persib Bandung | Juara Super League tiga musim berturut-turut | Ujian pembuka Grup A |
| DPMM FC | Klub asal Brunei Darussalam | Pengujian lanjutan skuad |
| Tampines Rovers | Klub asal Singapura | Lawan fase grup |
“Grup ini sangat kuat. Kami akan menghadapi Persib Bandung yang merupakan juara Super League tiga musim berturut-turut dan juga sedang mempersiapkan diri tampil di Liga Champions Asia AFC,” kata Marcos Santos.
Pelatih berlisensi CONMEBOL Pro tersebut juga menilai wakil Singapura di grup ini mempunyai kualitas yang baik. Menurut bola.kompas.com, ia menyebut persaingan Grup A akan berat bagi semua tim yang terlibat.
Turnamen Menjadi Laboratorium Tim
Di balik ketatnya persaingan, Arema menempatkan Piala Presiden sebagai bagian penting dari pembentukan tim. Marcos Santos ingin menggunakan laga-laga kompetitif untuk menilai permainan dan memperkuat koordinasi skuad.
Fokus itu mencakup penyatuan pemain baru ke dalam sistem tim. Arema telah menjalani latihan sejak awal Juli untuk menyiapkan dasar permainan sebelum kompetisi utama dimulai.
Komposisi skuad yang lebih cepat lengkap dibandingkan musim lalu memberi keuntungan berupa waktu adaptasi yang lebih panjang. Situasi tersebut memungkinkan tim pelatih melakukan evaluasi dengan basis persiapan yang lebih utuh.
“Piala Presiden adalah kompetisi yang penting. Kami mengikuti turnamen ini untuk membangun kekompakan tim sekaligus mempersiapkan tim sebaik mungkin dengan menghadapi lawan-lawan yang berkualitas,” ujar Marcos Santos.
Ambisi Menang Tidak Dikesampingkan
Arema tidak sepenuhnya mengesampingkan target hasil dalam turnamen pramusim ini. Klub memiliki sejarah yang baik di Piala Presiden setelah beberapa kali meraih gelar juara.
Sejarah tersebut menjadi dasar untuk menjaga mentalitas kompetitif para pemain. Marcos Santos menekankan bahwa tim harus terus berkembang sambil membawa keinginan untuk memenangkan pertandingan.
“Piala Presiden memang turnamen yang sulit, tetapi Arema memiliki sejarah yang bagus di ajang ini karena sudah beberapa kali menjadi juara. Kami harus memiliki mentalitas untuk menang dan terus berkembang di setiap pertandingan,” tutur Marcos Santos.
Arema akan melangkah dari satu laga ke laga berikutnya sambil membaca hasil evaluasi di lapangan. Keberhasilan membangun kekompakan pada Piala Presiden 2026 dapat menjadi modal penting saat Super League 2026-2027 dimulai.






