Leicester City menghadapi tekanan besar setelah kerugian tercatat berulang dalam beberapa periode. Di tengah situasi itu, keluarga Srivaddhanaprabha dilaporkan menawarkan penjualan klub dengan harga mulai 222 juta Pounds atau sekitar Rp 5,4 triliun.
Penawaran tersebut datang saat Leicester harus turun ke League One pada musim 2026/27. Kondisi ini menjadi perubahan besar bagi klub yang pernah merebut gelar Premier League pada 2016.
Catatan Kerugian Leicester
Kondisi keuangan Leicester disebut terus berada di zona merah sejak 2021. Tekanan itu terjadi sebelum pendapatan klub kembali berkurang sebagai dampak dari degradasi.
| Catatan Kerugian | Nilai |
|---|---|
| Periode sebelumnya | 92,5 juta Pounds |
| Periode sebelumnya | 89,7 juta Pounds |
| Periode sebelumnya | 19,4 juta Pounds |
| Kerugian terbaru | 71,1 juta Pounds |
Beban gaji pemain yang tinggi menjadi salah satu sumber tekanan bagi klub. Strategi transfer yang tidak efektif serta penurunan pendapatan pada masa pandemi ikut memperburuk kondisi tersebut.
Hilangnya pemasukan setelah degradasi menambah persoalan yang harus dihadapi Leicester. Situasi keuangan itu dinilai semakin berat bagi Aiyawatt Srivaddhanaprabha sebagai bagian dari keluarga pemilik.
Sanksi PSR dan Turun Kasta
Leicester bermain di Divisi Championship pada musim 2025/26. Klub kemudian mendapat pengurangan poin karena pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan atau PSR.
Sanksi tersebut berujung pada degradasi ke League One untuk musim 2026/27. Leicester pun akan menjalani kompetisi di kasta ketiga sepak bola Inggris, sebuah posisi yang sangat berbeda dari era juara liga.
Di tengah konsekuensi tersebut, proposal penjualan bernama Project Lineup disiapkan untuk menarik calon pemilik baru. Detik Sport melaporkan aset yang masuk ke dalam paket itu ditaksir senilai 204 juta Pounds.
Klub dan Fasilitas Pendukung Ditawarkan
Paket yang ditawarkan mencakup seluruh portofolio aset utama Leicester City. Calon pembeli akan mendapatkan klub beserta sejumlah fasilitas penting pendukung kegiatan sepak bola.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Leicester City | Klub sepak bola |
| Stadion King Power | Stadion kandang |
| Seagrave | Pusat latihan |
| Belvoir Drive | Fasilitas klub |
Nilai penawaran mulai 222 juta Pounds mencerminkan cakupan aset yang akan dialihkan. Namun, pemilik baru juga akan menghadapi dampak langsung dari penurunan kasta dan tekanan keuangan klub.
Jejak Kejayaan yang Kontras
Leicester menjuarai Premier League pada 2016 di bawah kepemimpinan mendiang Vichai Srivaddhanaprabha. Vichai membeli klub pada 2010 dan mengawal perjalanan Leicester hingga mencapai gelar liga tersebut.
Ia meninggal dalam kecelakaan helikopter di dekat Stadion King Power pada 2018. Setelah itu, kepemilikan klub dilanjutkan oleh anak-anaknya, termasuk Aiyawatt Srivaddhanaprabha.
Gelar Piala FA pada 2021 sempat menambah koleksi prestasi Leicester. Project Lineup kini membuka kemungkinan perubahan kepemilikan saat klub berupaya menghadapi masa sulit di League One.






